FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) menyelenggarakan tasyakuran dalam rangka pengukuhan dua guru besar baru, yakni Prof. Sarkawi dan Prof. Nur Wulan. Acara yang berlangsung pada 18 Desember 2024 di Aula Siti Parwati ini dihadiri oleh segenap sivitas akademika FIB UNAIR dan para tamu undangan dari kedua guru besar.
Sambutan Dekan FIB UNAIR
Dalam sambutannya, Dekan FIB UNAIR, Prof. Dr. Purnawan Basundoro, menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah guru besar di fakultas tersebut. 淒alam dua tahun terakhir, penambahan guru besar di FIB UNAIR cukup signifikan. Sebelumnya, kita memiliki Prof. Edy Jauhari dan Prof. Ni Wayan Sartini. Kini, dengan dengan dikukuhkannya Prof. Sarkawi dan Prof. Nur Wulan sebagai guru besar, kita semakin kuat, ungkapnya.
Prof. Purnawan juga menegaskan pentingnya peran guru besar dalam meningkatkan kualitas akademik fakultas. Ia mendorong para dosen, terutama yang sudah menduduki jabatan Lektor Kepala, untuk segera mengajukan proses pengukuhan guru besar. 淢enjadi guru besar tidak hanya meningkatkan kualitas fakultas, tetapi juga mendorong kemajuan di berbagai aspek lainnya, tambahnya.
Penghargaan untuk Semua Pihak
Pada kesempatan tersebut, Prof. Purnawan mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pengukuhan, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Menurutnya, keberhasilan pengukuhan ini tidak lepas dari kerja keras dan dukungan bersama. 淜ami sangat berterima kasih kepada semua yang telah membantu, baik dalam persiapan administrasi maupun pelaksanaan acara pengukuhan, ujar beliau.
Harapan untuk Masa Depan
Tasyakuran ini menjadi momentum penting bagi FIB UNAIR untuk terus meningkatkan kualitas akademiknya. Prof. Purnawan berharap kehadiran dua guru besar baru ini dapat menjadi inspirasi bagi para dosen lainnya. 淪emoga para guru besar dapat memberikan motivasi kepada dosen-dosen lain agar segera menyusul. Dengan bertambahnya jumlah guru besar diharapkan FIB UNAIR akan semakin unggul di tingkat nasional maupun internasional, harapnya.
Acara tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antara seluruh hadirin yang diiringi dengan alunan musik kolintang oleh Waditra Budaya. Semangat kebersamaan dan rasa syukur mewarnai suasana, mencerminkan optimisme FIB UNAIR dalam menghadapi tantangan akademik ke depan. Pengukuhan dua guru besar baru ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi FIB UNAIR untuk terus berkembang sebagai pusat kajian budaya dan ilmu humaniora yang terkemuka.




