51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

FIB UNAIR Kenalkan Japan Aging Society Ke Mahasiswa Kasetsart

FIB NEWS “ (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali menggelar kelas informatif dalam program inbound bersama Universitas Kasetsart, Thailand. Dalam kesempatan ini, Nunuk Endah Srimulyani, S.S., M.A., Ph.D., membawakan materi menarik berjudul “Japan™s Aging Society and The Influence to Southeast Asia.” Kelas tersebut berlangsung dengan sukses pada Senin (17/2/2025) di ruang Chairil Anwar, Gedung FIB UNAIR.

Dalam pemaparannya, Nunuk menjelaskan bahwa fenomena shoushika adalah penurunan angka kelahiran di Jepang yang menyebabkan berkurangnya usia produktif. Sehingga, menimbulkan krisis populasi. 

œSaat ini, tingkat fertilitas total (TFR) Jepang berada di angka 1,3, jauh di bawah angka penggantian generasi sebesar 2,1, jelasnya.

Faktor Pendukung

Nunuk juga menyebutkan faktor-faktor yang menyebabkan shoushika. Salah satunya adalah fenomena Glass Ceiling atau Garasu Tenjo dalam Bahasa Jepang. œGarasu Tenjo juga menjadi salah satu faktor terjadinya aging society ini, dimana perempuan kesulitan untuk mencapai posisi tertentu dalam karir pekerjaan, tuturnya.

Selain Garasu Tenjo, sistem kerja yang kurang fleksibel, tekanan ekonomi seperti biaya hidup yang tinggi juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi penuaan populasi ini. Ia menjelaskan bahwa dampak penuaan populasi ini juga akan mempengaruhi negara-negara di Asia Tenggara, Terutama dalam bidang migrasi tenaga kerja dan ekspansi bisnis.

Strategi Penyelesaian

Untuk mengatasi penuaan populasi tersebut, Jepang telah menerapkan aturan seperti insentif finansial bagi keluarga, peningkatan akses layanan penitipan anak, serta perubahan kebijakan.

 œSelain itu, kebijakan batasan dalam menerima tenaga kerja imigran juga mulai mereka terapkan guna menanggulangi kekurangan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Jepang, imbuhnya

Sebagai pelengkap, Nunuk juga menunjukan video mengenai masyarakat lansia di Jepang menjalani keseharian mereka di tengah fenomena penuaan populasi ini. Salah satu hal yang menarik adalah adanya klub bernama ShiniamonsutÄzu atau Senior Monsters. Komunitas tersebut beranggotakan pensiunan Jepang yang mendalami berbagai hobi yang identik dengan anak muda, seperti tarian modern dan rap.

Kegiatan ini mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 4, yakni Quality Education.

Penulis: Pudja Safana Dwi Putri

Editor: Nadia Azahrah Putri

AKSES CEPAT