FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menggelar kegiatan akademik berskala internasional melalui penyelenggaraan kuliah tamu bertajuk “Computer Games, Phenomenology, and Existentialism”. Acara ini berlangsung pada Selasa, 29 April 2025, bertempat di Ruang Chairil Anwar. Kegiatan ini menghadirkan pembicara tamu Prof. Dr. Olli Tapio Leino, seorang Associate Professor dari School of Creative Media, City University of Hong Kong.
Dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Leino membahas keterkaitan antara permainan komputer, fenomenologi, dan filsafat eksistensialisme, serta memperkenalkan pendekatan existential hermeneutics dalam memahami media interaktif seperti game. Beliau menjelaskan bahwa permainan komputer bukan hanya media hiburan, melainkan juga bentuk performa dan pengalaman eksistensial yang mencerminkan interaksi kompleks antara pemain, teknologi, dan dunia maya yang dibentuk oleh game itu sendiri.
Berbagai penelitian yang pernah digarap Prof. Leino turut dipaparkan, termasuk proyek riset yang didanai oleh Research Grants Council Hong Kong, seperti The Gameplay Condition: The Phenomenology of Computer Game Play, Ideas & Realities of Gamification, dan Existential Hermeneutics for Playable Media. Melalui proyek-proyek ini, ia mengeksplorasi bagaimana pengalaman bermain game dapat dipahami sebagai bentuk performa yang mengandung makna eksistensial.
Prof. Leino juga menyinggung perbedaan pendekatan dalam menafsirkan game, yakni melalui perspektif textual hermeneutics (dari sudut pandang ilmiah dan objektif) serta existential hermeneutics (berbasis pengalaman personal pemain). Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya memahami bagaimana pemain berinteraksi dengan dunia game yang bersifat imersif, di mana kegagalan dalam bermain justru memperlihatkan kebebasan dan tanggung jawab yang dimiliki pemain dalam mengambil keputusan.
Sebagai contoh, dalam game seperti The Sims 2, kegagalan seperti kematian karakter atau kebakaran akibat memasak justru memberikan makna pada aktivitas sehari-hari dalam permainan. Pemain harus membuat keputusan rasional untuk bertahan hidup, seperti mencari pekerjaan untuk memperoleh uang, membeli rak buku, belajar memasak, dan sebagainya. Hal ini mencerminkan struktur dunia yang penuh konsekuensi dan tanggung jawab.
Lebih lanjut, Prof. Leino mengangkat fenomena baru dalam studi game, yakni menyaksikan orang lain bermain, seperti melalui live streaming atau e-sports. Ia menyarankan pendekatan gameplay-as-performance untuk menganalisis fenomena ini, dengan menekankan pentingnya melihat permainan sebagai pertunjukan yang memiliki dimensi artistik, sosial, dan fenomenologis.
Melalui kuliah tamu ini, FIB UNAIR menunjukkan komitmennya dalam membuka ruang diskusi lintas disiplin, khususnya di persimpangan antara humaniora, teknologi, dan media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan sivitas akademika mengenai pemahaman filosofis terhadap media interaktif, serta memperkuat jejaring akademik internasional FIB UNAIR.
Kuliah tamu ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




