51动漫

51动漫 Official Website

Inovasi SOTERA Mahasiswa FIB-Hukum Juara 2 KIM UNAIR.

Tim RSH-2 peraih Juara 2 (Perak) KIM UNAIR 2025 saat mengikuti rangkaian final kompetisi di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C 51动漫, Sabtu (13/12/2025). (Foto: Dok. Narasumber)

FIB NEWS Kolaborasi lintas rumpun kembali mengharumkan 51动漫. Tim mahasiswa kolaborasi FIB揌ukum berhasil meraih Juara 2 (Medali Perak) dalam Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) UNAIR 2025 pada Sabtu (13/12/2025) di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus C.

Prestasi tersebut diraih melalui riset bertajuk SOTERA (Social Culture Tolerance and Resonance Approach), yang memuat kajian fenomena sound horeg di Jawa Timur dari perspektif sosial-budaya. Tim RSH-2 ini diketuai oleh Keisha Akmalia Namira Laksmana Putri (Fakultas Hukum) dengan anggota-anggota lainnya yang terdiri atas Amreta Laras Pertiwi, Nadiya Faylasufa, dan Ni檓atun Nazilah (Fakultas Ilmu Budaya).

Tema yang Diusung

Riset SOTERA berangkat dari pengamatan tim terhadap fenomena sound horeg yang marak di Jawa Timur dan memicu berbagai respons di tengah masyarakat. Pada satu sisi (masyarakat lokal), sound horeg dipandang sebagai bentuk hiburan rakyat sekaligus penggerak ekonomi lokal. Namun, di sisi lain, praktik tersebut juga menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai menimbulkan persoalan sosial dan budaya.   

Kepada Humas Muda pada Senin (12/1/2026), Amreta menjelaskan alasan ia dan tim memilih SOTERA sebagai tema dalam mengamati fenomena sound horeg. 淪OTERA ini terlahir dari kami saat melihat fenomena akhir-akhir ini yaitu sound horeg, yang kami tawarkan sebagai pendekatan sosial-budaya yang dapat menjembatani kepentingan negara dan masyarakat dalam pengelolaan fenomena sound horeg di Jawa Timur, tuturnya.

Ia pun menjelaskan lebih spesifik bahwa terdapat tiga subkultur yang diamati di Jawa Timur, yaitu Arekan, Mataraman, dan Pandalungan dengan berfokus pada daerah Madiun, Pasuruan dan Malang.

Makna Pencapaian

Meraih Juara 2 (Perak) dalam Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) UNAIR 2025 tidak disangka oleh Amreta dan tim, bahkan ia sempat merasa inkompeten saat melihat tim-tim lain yang cukup baik dan kompeten.

淜ami sangat tidak menyangka dengan hasil yang ada (Juara 2), karena saat kami lihat tim-tim lain, mereka cukup baik dan kompeten ujar Amreta.

Menjelang waktu presentasi, Amreta mengaku bahwa ia dan tim sempat merasa gugup, terutama saat melihat performa tim-tim awal yang tampak sangat kompeten. Namun, hal tersebut justru memacu mereka untuk lebih mematangkan materi sembari terus berdoa. Amreta mengungkapkan rasa syukurnya karena hasil yang mereka raih sangat luar biasa dan bahkan melampaui ekspektasi.

Harapan dan Pesan

Amreta dan tim berharap terobosannya mengenai SOTERA ini dapat menjadi pertimbangan untuk menjembatani pemerintah dan masyarakat dalam melihat fenomena sound horeg.

淪esuai dengan tujuan awal kami, semoga SOTERA dapat dipertimbangkan untuk menjadi jembatan masyarakat dan pemerintah melihat sound horeg tutup Amreta.

Prestasi dan riset yang dilakukan oleh Tim RSH-2 (SOTERA) turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni Quality Education, melalui penguatan riset mahasiswa dan pengembangan pemikiran kritis, serta mendorong terciptanya ekosistem akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Penulis: Aega Ridho Fatra Setiawan

Editor: Gustyosih Chesta Pramesti

AKSES CEPAT