51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Intip Dapur Bradanaya 2025, Sambut Satyamuda ala FIB UNAIR

Seluruh Panitia Bradanaya 2025 (Foto: Dokumentasi Panitia Divisi PDD Bradanaya 2025)

FIB NEWS “ Panitia Bradanaya 2025 dari 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) tengah menyiapkan penyambutan mahasiswa baru yang hangat dan penuh makna. Bradanaya merupakan bagian dari PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) UNAIR yang berfokus di lingkungan FIB. Kementerian PSDM Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNAIR menjadi penyelenggara utama kegiatan ini.

Tahun ini, mereka mengusung semangat Budi Luhur sebagai karakter utama dalam kegiatan. Ketua pelaksana, Muhammad Bima F, menegaskan bahwa Bradanaya 2025 ingin menumbuhkan kesadaran moral dalam kehidupan kampus bagi para mahasiswa baru.

Ia menyebut Budi Luhur sebagai inti dari tema besar Memayu Hayuning Bawana, yang berarti menciptakan dunia yang harmonis dan bermartabat. œKami ingin membebaskan lingkungan akademik dari krisis moralitas dan kekerasan seksual, ujar Bima.

Panitia merancang beberapa inovasi untuk memperkuat tema tersebut. Salah satunya, mereka menghadirkan Bincang Asa, sesi gelar wicara bersama dosen FIB UNAIR yakni Dr. Abimardha Kurniawan, S.Hum., M.A. Melalui sesi ini, panitia ingin membuka ruang refleksi tentang kebudayaan sebagai pedoman moral.

Selain itu, panitia juga menyesuaikan tugas peserta. Jika tahun lalu maba hanya mengenalkan unsur budaya, maka tahun ini mereka akan menerapkan nilai moral dalam kehidupan nyata. œKami tidak ingin tema moralitas berhenti di permukaan. Kami mengubah penugasan supaya maba bisa langsung menghidupi nilai tersebut, kata Bima.

Namun, persiapan Bradanaya 2025 ini bukan tanpa tantangan. Bima menyebut perubahan tatanan bangunan FIB UNAIR menjadi hambatan utama. Banyak lokasi strategis seperti musala dan lapangan belakang ikut terdampak pembangunan, sehingga panitia harus sigap melakukan adaptasi.

œKami segera berdiskusi dengan sarpras (sarana dan prasarana), lalu mengalihkan beberapa lokasi agar acara tetap aman dan nyaman selama rangkaian acara dan mobilisasi, terang Bima.

Bima berharap seluruh tim Bradanaya dapat menjaga komunikasi dan bekerja sama dengan solid hingga akhir acara. Ia ingin Bradanaya 2025 menjadi pijakan awal yang kuat, bukan sekadar seremonial, tetapi ruang penguatan nilai dan jati diri. œYang paling penting, kami ingin meninggalkan kesan bermakna dan tidak jadi acara seremonial belaka, tutupnya.

Panitia juga merancang Bradanaya sebagai ruang sinergi yang mempertemukan peserta dengan organisasi dan komunitas di FIB UNAIR. Dengan membawa tema moralitas dan semangat kekeluargaan, Bradanaya 2025 tidak hanya mengenalkan lingkungan akademik, tetapi juga menguatkan rasa memiliki terhadap rumah baru mereka di FIB UNAIR.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu Quality Education.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda

AKSES CEPAT