Novariyanto, S.Hum., lulusan FIB UNAIR membagikan kisah inspiratif perjalanan kariernya di bidang ekspor-impor. (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS- Alumnus 51动漫 (FIB UNAIR), Novariyanto, S.Hum., membuktikan bahwa lulusan humaniora mampu berkarier di sektor industri. Selama lebih dari 15 tahun ia meniti kariernya di bidang ekspor dan impor dengan latar pendidikan Sastra Inggris. Saat ini ia menjabat sebagai Procurement Expenditer di PT Yeoh Tiong Lay (YTL) Jawa Timur.
Perjalanan Karier
Novariyanto mengawali pendidikannya di D3 Bahasa Inggris (2001/2005), kemudian melanjutkan program alih jenjang ke S1 Sastra Inggris (2007/2010). Selepas D3, ia mencoba langsung terjun dunia kerja. 淪ekitar tahun 2006 saya kerja di pelayaran di PT Zhonghai Indo Shipping. Pelayaran tersebut berfokus ke ekspor barang melalui kontainer, ungkapnya.
Walaupun latar belakangnya dari humaniora, bahasa Inggris menjadi modal penting. 淜ebetulan di pelayaran itu salah satu persyaratannya adalah jago bahasa Inggris. Jadi saya memenuhi syarat dan harus memulainya dari nol karena tidak memiliki latar belakang di bidang ekspor-impor, tambahnya.
Selepas lulus S1 tahun (2010/2015), ia bekerja di PT Mitra Intertrans Forwarding dengan posisi pertama kali masuk sebagai Custom Clearance Staff hingga dipromosikan menjadi Operational Supervisor International Division. Pengalaman itu berlanjut di PT Natura Laboratoria Prima (2015-2020), di mana ia menangani ekspor-impor untuk perusahaan manufaktur.
Kiprahnya Kini
Pengalaman Novariyanto terus bertambah hingga kini ia bekerja di PT YTL Jawa Timur, operator PLTU di Paiton, Probolinggo. Di sana ia menjabat sebagai Procurement Expenditer. 淪aya sebagai pemimpin bertugas mengeksekusi, mendistribusi semua operasional pengiriman barang baik domestik maupun impor. Jadi memang keahlian ini kelanjutan dari pengalaman saya sebelumnya, terangnya.
Meski kini bekerja di lingkungan yang banyak diisi lulusan teknik, ia merasa tak ada kendala berarti. 淒i tempat sini kebanyakan teknik mengurusi mesin dan listrik. Mereka kurang memiliki wawasan di bidang ekspor-impor. Jadi keahlian saya malah bermanfaat, dan memiliki nilai lebih, katanya.
Kiat Berkarier
Melihat stigma bahwa lulusan humaniora hanya bisa jadi sastrawan ataupun akademisi, ia memberikan pesan optimis kepada mahasiswa. 淜uliah memang banyak teori, tapi kita harus menambah skill lain, misalnya lewat pengalaman kerja part-time, kursus online, atau networking. Kita bisa mencari informasi, tapi pengalaman lapangan tidak bisa digantikan, tegasnya.
Ia menekankan bahwa lulusan humaniora tetap bisa bersaing jika terus berusaha. 淵ang paling penting adalah membangun jaringan, mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, dan terus berjuang untuk masa depan, pesannya menutup wawancara.
Kisah alumnus FIB UNAIR yang berpengalaman di bidang ekspor dan impor selama lebih dari satu setengah dekade mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education.
Penulis : Priska Dwita Aulia
Editor : Mohammad Adif Albarado




