FIB NEWS “ Sentra Kerohanian Islam 51¶¯Âþ (SKI FIB UNAIR) menggelar acara kolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) dan Sentra Kerohanian Islam Psikologi. Kegiatan yang berlangsung meliputi kajian Ramadan, Kahfi Time, dan buka bersama. Kegiatan ini terselenggara di Student Center, Gedung FIB, Kampus B UNAIR pada Kamis (20/3/2025).
Dalam kesempatan itu, turut mengundang Ustaz Muhtar Tajuddin, S.S., selaku pengajar di Pesantren Mahasiswa, untuk menyampaikan kajian Ramadan. Kajian ini bertema Puasa dan Etika Sosial: Memaknai Ramadan sebagai Latihan Akhlak.
Muchammad Fikrul Alam, selaku ketua SKI FIB 2025 turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penghujung acara Takjil Harian Humility SKI FIB bersama SKI Psikologi dan UKMKI. œAcara ini merupakan GONG atau penghujung acara Takjil Harian Humility sekaligus sebagai penutup rangkaian acara SAHARA (Syiar Harmoni Ramadan), ujarnya.
Manfaat Puasa
Ustaz Muchtar Tajuddin, S.S. menjelaskan sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa agar dapat merasakan lapar. Di balik rasa lapar tersebut, setan tidak leluasa membisikkan keburukan kepada kita.
Menurutnya, puasa dapat memperlemah hawa nafsu seseorang karena setan mengalir bersama darahnya anak Adam untuk membisikkan keburukan di hati manusia. Selain itu, orang yang berpuasa lebih mudah mengingat Allah.
œKetika perut dalam keadaan lapar, dorongan hawa nafsu cenderung melemah.
Diharapkan hal ini dapat memudahkan dalam mengendalikan hawa nafsu, tuturnya.
Jenis dan Keistimewaan Puasa
Lebih lanjut, dalam dakwahnya Ustaz Muchtar Tajuddin, S.S. menjelaskan tentang jenis-jenis puasa yang dilakukan oleh umat muslim. œDalam Islam, puasa terbagi menjadi beberapa jenis seperti puasa wajib, puasa sunnah, dan puasa haram atau puasa yang dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal) dan Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), jelasnya.
Tak hanya menjelaskan tentang manfaat dan jenis-jenis puasa, pada akhir kajian ia juga menegaskan bahwa puasa memiliki banyak keistimewaan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan meningkatkan hubungan dengan Allah serta sesama manusia.
œKeistimewaan atau kelebihan puasa tidak bisa dilihat atau dinilai oleh manusia lain, sehingga hanya Allah yang mengetahui ketulusan seseorang dalam menjalankannya. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya, tutupnya.
Kegiatan Buka Puasa Kolaboratif yang dilakukan oleh SKI FIB, UKMKI, dan SKI Psikologi ini sejalan dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu mendorong capaian pendidikan yang berkualitas untuk mahasiswa.
Penulis: Ega Danar Aji Wibowo
Editor: Selly Imeldha




