51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kajian SKI FIB UNAIR, Bahas Sastra sebagai Media Dakwah

Ustaz Ahmad Syauqi, S.Hum., M.Si., ketika menyampaikan kajian melalui siaran langsung di kanal YouTube Ulul Azmi UNAIR (Foto: Dok. Pribadi)

FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (SKI FIB UNAIR) berkolaborasi dengan Masjid Ulul Azmi UNAIR menggelar Kajian Kolaborasi Ramadan bertema Dari Hikayat hingga Sastra Kontemporer: Bagaimana Sastra Menjadi Media Dakwah. Kegiatan berlangsung di Masjid Ulul Azmi, Kampus MERR-C UNAIR pada Kamis (13/3/2025). Selain itu, peserta juga dapat mengikuti kegiatan ini secara daring melalui kanal YouTube Ulul Azmi UNAIR. 

Setelah pembacaan tilawah, Ustaz Ahmad Syauqi, S.Hum., M.Si. selaku dosen Bahasa dan Sastra FIB UNAIR sekaligus Pakar Sastra dan Budaya Islam, menyampaikan materi. Merujuk pada surah An-Nahl ayat 125 tentang metode dakwah dan surah Ali Imran ayat 110 tentang konsep umat terbaik, Ustaz Syauqi menekankan bahwa dakwah harus memiliki landasan kuat, bukan sekadar opini pribadi. 

œDakwah itu berarti panggilan, ajakan, dan doa. Oleh karena itu, dakwah harus dilakukan dengan narasi yang baik dan menjadi teladan bagi masyarakat. Tidak ada dakwah yang menggunakan hate speech, menghina orang, atau mengkafirkan. Itu bukan ajaran dakwah, tegasnya.

Sastra sebagai Media Dakwah

Ustaz Syauqi menjelaskan bahwa sastra dapat menjadi sarana dakwah yang efektif. Sastra klasik dan kontemporer memiliki perbedaan dalam gaya penulisan, bahasa, tema, dan isi. Sastra klasik cenderung menggunakan bahasa baku dan kompleks dengan tema kepahlawanan atau etika, sedangkan sastra modern lebih komunikatif dan mengangkat isu sosial serta nasionalisme.

Menurutnya, pendakwah dapat menggunakan berbagai bentuk sastra seperti puisi, prosa, novel, cerpen, dan bahkan komik untuk menyampaikan pesan dakwah. Hal ini sejalan dengan surah An-Nahl ayat 125, yang menyebutkan bahwa salah satu metode dakwah yang efektif adalah melalui karya sastra yang etis dan berbasis akhlak.

Menyesuaikan Dakwah dengan Audiens

Lebih lanjut, menurutnya pendakwah harus menyesuaikan materi dakwah dengan pemahaman audiens agar pesannya mudah diterima. Ustaz Syauqi mencontohkan bahwa pendekatan dakwah di FIB berbeda dengan di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). œMisalnya, di FIB saya membahas sastra, sedangkan di FKH saya bisa membahas hukum kebiri kucing. Ini sangat berbeda, jelasnya.

Selain itu, Ustaz Syauqi juga menegaskan bahwa konsep dakwah adalah kebersamaan atau togetherness. Pendakwah harus aktif dalam komunitas sosial dan tidak mengisolasi diri. Surah Ali Imran ayat 110 mengajarkan bahwa umat terbaik adalah mereka yang peka terhadap lingkungan sekitar.

œBerdakwah melalui sastra adalah salah satu jalan menuju Tuhan. Sastra yang hikmah adalah sastra yang bijak, menggunakan narasi yang baik, dan memberikan kritik yang membangun, tutupnya.

Kegiatan Kajian Ramadan SKI FIB UNAIR ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

Penulis: Fania Tiara Berliana Marsyanda

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT