Peserta internasional CUBES melakukan site visit ke Kampung Maspati
Kemeterian Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa 51动漫 (HUBLU BEM FIB UNAIR) sukses menggelar kegiatan internasional CUBES (Culture for Better Enviromental Sustainability). Acara ini diadakan sejak 13 September 2024. Sepuluh orang mahasiswa asing dari Timor Leste, Uganda, Yemen, Malawi, Egypt, Philippines, Somalia, dan Pakistan, mengikuti acara ini.
Hari pertama CUBES bertajuk Site Visit yang dilaksanakan di Kampung Lawas Maspati. Mahasiswa asing diperkenalkan dengan tarian tradisional Jawa Timur, bangunan lawas (baca: lama) peninggalan Belanda, paduan suara oleh para lansia, pupuk olahan limbah, permainan tradisional, senam anti migrain, hingga pelatihan membuat cincau.
淚ni menjadi momen tak terlupakan bagi saya. Warga Kampung Lawas Maspati sangat ramah dan hangat, tutur Hana, mahasiswa dari Malawi, saat menyampaikan pidato singkat.
Tak cukup di kampung ikonik Surabaya tersebut, mahasiswa asing juga diperkenalkan dengan Wisata Mangrove. Komunitas Earth Hour Surabaya memandu para mahasiswa, mulai dari menjelaskan jenis mangrove, fungsinya di Surabaya, hingga menanam lima puluh bibit mangrove di lahan kering. Sembilan dari sepuluh mahasiswa asing mengaku sangat senang karena ini menjadi momen pertama kali mereka menanam mangrove.
Sementara itu, hari kedua CUBES dilaksanakan di gedung Ex-Farmasi UNAIR dengan acara International Talkshow. Kegiatan ini menundang tiga pemateri utama, yaitu Andriani Valianda Tobing dari Komunitas Earth Hour, Asisi Suhariyanto sebagai founder dari Asisi Channel, dan Prigi Arisandi yang merupakan founder Ecoton.
Di tengah acara, audiens dihebohkan dengan kehadiran Aeshnina Azzahra Aqilani atau yang akrab disapa Nina yang merupakan pemuda aktivis lingkungan. Nina dikenal dengan keviralannya dalam menyuarakan perintah penghentian pengiriman sampah ke Indonesia hingga ia menjadi pembicara termuda pada forum internasional di Belanda.
CUBES ditutup dengan seminar exhibition pada 3 September 2024 di Amphiteater Kampus B UNAIR. Kegiatan ini turut mengundang empat pelukis Surabaya yang memaerkan karyanya. Pembicara seminar ini adalah Pingki Ayako yang merupakan aktivis lingkungan dan duta Earth Hour Surabaya. Ia juga memberikan pelatihan pada mahasiswa asing dan audiens lainnya untuk membuat gelang persahabatan dari bahan plastik bekas.
Acara diakhiri dengan sesi awarding. Empat mahasiswa asing memberikan kesan singkat di depan para audiens.
淪aya mendapat banyak pelajaran dari CUBES. Budaya kita tidak jauh beda. Tapi, penanamann mangrove ini menjadi ide bagus yang bisa saya terapkan di negara saya, ungkap Filomena, mahasiswa asal Timor Leste.
Music performance dari BSO Musik FIB dan pesta kembang api menjadi penutup dari CUBES 2024 ini.
Penulis: Muhimatul Khoiriyah
Kegiatan International Cubes ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu partnerships for the goal.




