51动漫

51动漫 Official Website

Kementerian Hubungan Luar BEM FIB dan Duta FIB UNAIR Gelar Beauty Class

Rina Saraswati, S.S., M. Hum. dalam Beauty Class pada Sabtu (13/5/23)

Penulis: Saniyyah | Editor: Jihan Rafifah

Kementerian Hubungan Luar BEM bersama Duta Fakultas Ilmu Budaya sukses menggelar Beauty Class dengan berkolaborasi bersama Gloinc dan Emina. Kelas ini bertajuk Cantik dan Berdaya berlangsung di ruang Asmat, ASEEC Tower Unair, pada Sabtu 13 Mei 2023 lalu.

Sebanyak 25 peserta hadir dari berbagai kalangan mahasiswa hingga khalayak umum. Dipandu coach make-up dari Gloinc, mereka diajarkan cara merias diri. Semua peserta yang mengikuti kegiatan ini juga sudah difasilitasi product make-up dari Emina.

Menteri Hubungan Luar Jihan Rafifah menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapatkan antusias dari para peserta terutama mahasiswa. 淜arena mahasiswi itu ajang meniti karir. Sebelum itu, mereka harus tahu kalau penampilan bisa support karir juga. Makanya, kebanyakan peserta yang ikut itu mahasiswa, terangnya.

Sebelum belajar tata cara rias, para peserta dibekali wawasan sebagai perempuan di era 5.0 dengan pemantik Rina Saraswati.

Dosen berlatar belakang feminism itu membagikan pengamatannya terkait isu perempuan. Terdapat empat poin penting yang hingga sekarang menjadi polemik perempuan di Indonesia, yaitu bias gender, subordinasi gender, stereotip negatif, dan kekerasan seksual.

Menurutnya, pendidikan dinilai senjata untuk perempuan. Dari pendidikan itu mengantarkannya pada posisi yang strategis. 淪eperti penempatan wakil rakyat dari perempuan, terutama dalam mengambil kebijakan publik. Secara langsung maupun tidak langsung mengarah pada keberlangsungan hidup perempuan, ujarnya.

Namun, Rina menyadari saat ini perkembangan perempuan cukup tinggi. Perempuan sudah semakin berdaya terlebih setelah pandemi. 淜etika pandemi itu hampir semua sektor ekonomi lumpuh. Yang bisa survive, menurut saya, justru industri rumah tangga, papar dosen dari Fakultas Ilmu Budaya.

Ia menerangkan,  pandemi mengajarkan perempuan untuk memanfaatkan banyak peluang. Hal tersebut dilihat dari semakin banyaknya wirausahawan yang berangkat dari industri rumahan. Baginya, faktor yang mendukung hal tersebut adalah faktor pendidikan dan faktor teknologi.

Semua perempuan itu terlahir dengan predikat cantik. Akan tetapi, yang cantik belum tentu menarik. Yang menarik sudah pasti cantik. Terkait hal ini, Rina memberikan pesan kepada para peserta. Kamu tidak perlu terlahir cantik. Cantik itu bonus. Tapi kalau kamu bisa membawakan diri dengan menarik, maka kamu juga pasti cantik, imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk menjadi menarik, seorang perempuan bisa memperbaiki penampilannya dengan cara menggunakan make up dan berpakaian rapi. Tidak hanya dari segi penampilan, perempuan juga harus pintar, berwawasan luas, dan berpikiran terbuka. 淚tulah yang dapat dikatakan sosok perempuan cantik dan berdaya, tutupnya.

AKSES CEPAT