Foto bersama Prof.Dr.Muhammad Madyan,SE., MSi., M.Fin. beserta Jajaran Para Pejabat 51动漫 (Foto: Istimewa).
FIB NEWS Untuk pertama kalinya, kolaborasi tercipta dari lintas keilmuan antara (FIB) dengan Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫 (UNAIR) serta Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB). Ketiga fakultas itu sukses menampilkan karya inovatif dalam bentuk visualisasi anatomi manusia dengan berbasis teknologi Virtual Reality (VR).
Kolaborasi tersebut turut menuai perhatian publik dalam ajang Pameran Research Invention and Community Development Exhibition (HITEX) 2025 yang berlangsung pada Rabu (21/5/2025) di gedung Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C, UNAIR.
Perjalanan dan Ide Awal Kolaborasi
Yuni Sari Amalia S.S., M.A., Ph.D., selaku pakar bidang pengembangan pengajaran dan kurikulum sekaligus penanggung jawab kolaborasi tersebut, menjelaskan bahwa kolaborasi itu tidak hanya mencakup lintas fakultas, tetapi juga antar universitas dan disiplin ilmu.
淒engan melibatkan Prof. Dr. Abdurachman, dr., M.Kes., PA(K), dan dr. Sakina, M.Si. dari FK UNAIR serta Prof. Yusep Rosmansyah, S.T., M.Sc., Ph.D. dari STEI ITB, proyek ini menunjukkan bahwa penggabungan antara keilmuan medis dan humaniora mampu menghasilkan karya yang inovatif dan edukatif, ujar Dr. Yuni.
Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa ide awal bermula dari keinginan untuk memotivasi mahasiswa. Sehingga, ia kemudian mencari pakar yang ahli tentang VR di sebuah acara perlombaan.
淜etika menjabat sebagai Ketua Pusat Inovasi Pembelajaran dan Sertifikasi (PIPS), saya berinisiatif mencari ahli Virtual Reality. Hingga akhirnya bertemu dengan pakar dari STEI ITB. Dari pertemuan itu, tercetus ide untuk mengembangkan pembelajaran anatomi manusia berbasis Virtual Reality, ungkap Dr. Yuni.

Foto Dr. Yuni bersama Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak Saat Mengunjungi Stand (Foto: Istimewa).
Penekanan Aspek Anatomi dan Tantangan
Dr. Yuni mengatakan, penekanan pada aspek anatomi tidak semata-mata dalam konteks kesehatan. Menariknya, FIB UNAIR justru mengkaji anatomi dari sudut pandang filosofis dan budaya, seperti isu gender dan konstruksi sosial terhadap tubuh manusia. 淎natomi manusia tidak lepas dari kajian budaya. Pendekatan ini membuka jendela baru dalam memahami manusia secara menyeluruh, jelas Dr. Yuni.
Tentu tidak mudah bekerja sama melibatkan lintas fakultas dan rumpun keilmuan. Namun, berkat visi misi yang sejalan dan pengalaman kolaborasi selama lima tahun, tim tersebut berhasil menyatukan berbagai perspektif dalam satu proyek edukatif yang holistik.
Tak hanya itu, Dr. Yuni juga menambahkan bahwa kolaborasi ini memberikan nilai edukatif tinggi. Hal itu terlihat dari antusiasme mahasiswa yang menjadi volunteer dan tingginya kunjungan ke stand pameran. Stand kami bahkan meraih penghargaan sebagai stand paling interaktif, tambah Dr. Yuni.
Pada akhir, Dr. Yuni berharap karya ini dapat menginspirasi mahasiswa rumpun sosial-humaniora untuk berani berinovasi dan menjalin kolaborasi lintas disiplin. “Semoga ini menjadi langkah awal dalam membongkar sekat-sekat keilmuan dan menghasilkan karya yang berdampak luas,” Pungkas Dr. Yuni.
Kolaborasi Visualisasi Anatomi Humaniora Antara FIB, FK UNAIR dan STEI ITB di Acara Pameran HITEX 2025 ini selaras dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4, yaitu untuk mendukung pendidikan berkualitas.
Penulis : Ega Danar Aji Wibowo
Editor : Nur Khovivatul Mukorrobah




