FIB NEWS – (BASASING), 51动漫 (FIB UNAIR) terus dorong mahasiswa tingkatkan kualitas skill melalui rangkain kuliah tamu. Kuliah tamu kali ini mengangkat tajuk 淲riting Opinion Articles for The Media: Tips for Getting Publish, berfokus untuk memberikan cara menjual tulisan dengan optimal. Mengundang kepala redaksi Harian Disway Doan Widhiandono sebagai pemateri, acara ini sukses terselenggarakan secara daring pada Senin (9/12/2024)
Kali ini, Doan membawakan materi dengan judul 淪elling Your Writing. Ia menjelaskan bahwa menulis adalah proses menyampaikan pemikiran, menyalurkan gagasan, berbagi ide, serta memberikan arahan. 淛adi, kalau tulisan hanya dinikmati sendiri, apa manfaatnya?. Bukan berarti itu salah, tetapi ada langkah lebih besar yang bisa kalian ambil dengan menjual tulisan kalian. Dengan begitu, kalian tidak hanya akan mendapatkan keuntungan finansial saja. Tetapi juga dapat masukan dari pembaca, opini kalian pembaca setujui, dan lain sebagainya, jelasnya.
Modal dan Tantangan
Menurut Doan, rasa ingin tahu seseorang dapat menjadi modal utama serta kualitas terbaik untuk semua bentuk tulisan. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan quizzical mind, pikiran yang selalu bertanya. 淛ika Anda tidak punya rasa ingin tahu, tidak aktif mencari hal menarik di sekitar, Anda akan kesulitan menyusun bahan tulisan, tuturnya.
Di era digital ini, microblogging dapat menjadi salah satu tantangan utama bagi seorang penulis. Microblogging adalah pembuatan tulisan singkat tidak lebih dari 200 kata. Biasanya terdapat dalam platform media sosial seperti X. Doan berpendapat, dengan adanya hal ini, tulisan panjang dengan fondasi tulisan solid semakin jarang ditemukan.
淪elain itu, generasi saat ini sering terjebak dalam 渧irus speechless. Yang mengakibatkan mereka untuk sulit menceritakan pengalaman, bahkan yang sangat menarik sekalipun, ujarnya.
Langkah Penting
Doan melanjutkan paparan dengan menekankan bahwa perencanaan tulisan adalah bagian krusial dari proses menulis. Ia mengungkapkan, menulis bukanlah sekadar inspirasi yang datang tiba-tiba. Melainkan sebuah proses yang membutuhkan perencanaan matang.
淜alian harus memahami values dari media yang menjadi target, serta kebutuhan pembaca. Sebagai penulis juga membutuhkan teman diskusi dan referensi. Proses menulis itu bukanlah sesuatu yang soliter. Oleh karena itu, harus kita kembangkan keterampilan tersebut, imbuhnya.
Selain itu, Ia juga memaparkan langkah penting dalam yang kerap kali terabaikan. Yaitu proses editing tulisan. Doan mengatakan bahwa banyak sekali mahasiswa yang mengirimkan tugas tanpa melakukan self-editing terlebih dahulu. Mengakibatkan banyak sekali kesalahan kata seperti kesalahan kapitalisasi, kalimat berbelit-belit, hingga struktur tulisan yang berantakan.
淜etika menjual tulisan, kalian harus menawarkan sesuatu yang sempurna. Penulis bertanggung jawab untuk memastikan tulisannya rapi, baik dari sisi ide, teknik penulisan, maupun administratif, pungkasnya.
Kegiatan kuliah tamu kali ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Nadia Azahrah Putri
Editor: Nuri Hermawan




