51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Kuliah Tamu FIB UNAIR Kupas Bisnis dan Penerjemahan di Era AI

Pemaparan Materi oleh Zakkyl Fikri Pratama, S.S., M.Li., CEO dan Founder Translation Transfer pada kegiatan kuliah tamu bertajuk Building and Managing a Translation Business in the Digital Era pada Rabu (29/10/2025). (Foto: Tsabita Nuha)

FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) menggelar kuliah tamu bertajuk Building and Managing a Translation Business in the Digital Era pada Rabu (29/10/2025) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menghadirkan Zakkyl Fikri Pratama, S.S., M.Li., CEO dan Founder Translation Transfer, yang berbagi pengalaman dan wawasan tentang bisnis serta penerjemahan di era Artificial Intelligent (AI).

Dalam sambutannya, dosen pengampu mata kuliah TransEditing, Almira Fidela Artha, S.S., M.Hum., yang juga merupakan moderator dari acara ini mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman kepada mahasiswa. 

œSaya sangat senang karena Pak Zakkyl Fikri Pratama bisa bergabung dengan kami dan memberikan pengalaman terkait Translation dan TransEditing. Beliau adalah orang yang sangat hebat, dan saya berharap kita bisa belajar banyak hari ini, ujarnya.

Membangun Bisnis di Era AI

Mengawali sesi, Zakkyl menyampaikan bahwa dunia penerjemahan kini berada di tengah perubahan besar akibat perkembangan AI. œHari ini kita berada di era AI, yang menantang tidak hanya penerjemah, tetapi juga profesi lain seperti web developer, graphic designer, bahkan fotografer, jelasnya.

Ia memaparkan konsep machine translation post editing (MTPE) yang kini banyak digunakan di industri bahasa. Menurutnya, proyek penerjemahan yang diterjemahkan oleh mesin tetap memerlukan sentuhan manusia untuk memastikan keakuratan dan konteks. œPermintaan terjemahan yang akurat itu tidak bisa dikerjakan sepenuhnya oleh mesin, sehingga perlu perpaduan kerja manusia, ujarnya.

Zakkyl juga menjelaskan nilai pasar industri penerjemahan yang terus bertumbuh. Ia menyebut data riset yang memperkirakan nilai pasar machine translation dapat mencapai lebih dari 61 triliun pada 2035. Menurutnya, ruang kerja manusia sebagai penerjemah masih sangat besar mengingat AI masih belum mampu untuk menggantikan sensitivitas bahasa dan budaya secara penuh.

Platform, Portofolio, dan Strategi Karier

Dalam sesi berikutnya, Zakkyl menunjukkan berbagai platform yang dapat digunakan oleh penerjemah untuk mencari proyek internasional seperti dan . Ia mencontohkan bagaimana mahasiswa dapat membuat akun dan berlatih membangun portofolio secara gratis sebagai seorang penerjemah melalui subtitling video-video TED Talks.

Selain itu, ia juga mengajarkan cara menyusun business model canvas (BMC) untuk penerjemah maupun pebisnis bahasa. Zakkyl memaparkan komponen utama seperti strategi pasar, proposisi nilai, saluran komunikasi, hingga strategi menjaga hubungan dengan klien, 

Menutup pemaparannya, Zakkyl berbagi pengalamannya dalam membangun Translation Transfer dan juga kiprahnya sebagai seorang penerjemah yang mulai bekerja sejak masih kuliah. Ia juga menekankan nilai kemandirian dan keberlanjutan karier. œSaya berasal dari keluarga sederhana. Karena itu saya belajar mandiri sejak kuliah, mencari peluang, dan terus belajar agar bisa berdiri di dunia profesional.

Kegiatan kuliah tamu ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 dan 17, yaitu Quality Education dan Partnership for the Goals.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah

Editor: Fania Tiara Berliana M

AKSES CEPAT