FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) menggelar kelas tamu bertema peluang entrepreneurship di bidang kejepangan pada Kamis (12/6/2025) di Ruang Prapanca A, Lantai 3, Gedung FIB UNAIR.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dari Nabila Vina Fairuzzahra S.Hum., M.Si. selaku moderator yang memaparkan kegiatan. Pada sesi ini, Nabila memperkenalkan Dra. Endang Poerbowati, M.Pd selaku pembicara yang mengisi kegiatan kuliah tamu tersebut.
œKalian juga nantinya akan lulus dari program studi Bahasa dan Sastra Jepang kan. Jadi kalau ingin terjun ke dunia wirausaha, kalian bisa menerapkan ilmu kejepangan dan wirausaha yang akan disampaikan oleh Bu Endang selaku pembicara hari ini, ungkapnya.
Mengenal Dunia Entrepreneurship
Dalam sesi kuliah tamu, Endang selaku pemateri membahas perbedaan antara istilah entrepreneur dan entrepreneurship yang kerap disalahartikan. œEntrepreneur adalah individu yang menjalankan kegiatan bisnis itu sendiri, sedangkan entrepreneurship merujuk pada seluruh proses memulai, mengembangkan, mengelola, dan mengoperasikan usaha tersebut, tuturnya.
Sebelum terjun ke dunia akademik, Endang telah menekuni berbagai bidang usaha yang berkaitan dengan budaya Jepang. Ia merintis bisnis dari nol, dimulai dari membuka tempat kursus bahasa Jepang hingga mendirikan jasa travel edukatif yang membawa peserta untuk belajar langsung ke Jepang. Beberapa bisnis yang ia bangun sejak lama masih berjalan hingga kini.
Menjadi seorang entrepreneur muda bukan perkara mudah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan seksama, khususnya entrepreneur di bidang Kejepangan. Endang mengatakan bahwa menjadi lulusan program studi Bahasa dan Sastra Jepang dapat menciptakan peluang yang bisa dimanfaatkan dengan baik, bahkan sebelum lulus studi itu sendiri.
Langkah Awal Menjejaki Dunia Bisnis
Endang menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai langkah awal menjadi seorang entrepreneur, seperti pertumbuhan pasar Kejepangan yang pesat di Indonesia, minat masyarakat Indonesia terhadap budaya Jepang yang semakin tinggi, potensi keuntungan yang besar di berbagai segmen bisnis Kejepangan, hingga tren bisnis Kejepangan yang sedang populer.
œKita dapat melihat banyak peluang terbuka bagi lulusan ataupun mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang. Kalian bisa menggali satu tema yang berhubungan dengan budaya jepang dan kembangkan lebih lanjut untuk menjadi sebuah bisnis. Tidak perlu langsung besar, tapi mulai dari bisnis kecil saja. Inovasi dan ide yang bagus dapat menciptakan seorang entrepreneur yang berkualitas, memanfaatkan peluang yang ada, ungkapnya.
Di sisi lain, segmen pasar Kejepangan di Indonesia juga perlu diperhatikan sebagai pemula untuk menjadi entrepreneur. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seputar segmentasi pasar adalah segmentasi berdasarkan demografi yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pendapatan. Kemudian, analisis tren pasar Kejepangan di Indonesia, segmentasi pasar berdasarkan psikografi yang meliputi gaya hidup, minat, dan nilai. Terakhir, yakni riset yang relevan terkait dengan bidang bisnis yang ingin ditekuni.
œBahasa jepang tidak selalu tentang penerjemah, dunia bisnis terlalu luas untuk bisa dijelajah dengan bekal ilmu Kejepangan yang kita miliki karena peluang yang ada sangat beragam, ungkapnya.
Kegiatan kelas tamu ini tidak hanya membuka perspektif baru mengenai bisnis berbasis budaya, tetapi juga mendorong mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang untuk lebih berani mengeksplorasi potensi diri di dunia wirausaha.
Konten berjudul Kelas Tamu FIB UNAIR: Kupas Peluang Wirausaha Berbasis Budaya Jepang termasuk ke dalam SDGs nomor empat, yaitu Pendidikan yang Berkualitas.
Penulis: Putri Andini
Editor: Arina Nida Arrusyda




