Kelas Lingkar Prestasi (Lipres) kepada Mahasiswa Baru bertajuk Menggali Inspirasi di balik Dunia Karya Fiksi melalui daring.
Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.
FIB NEWS – Badan Semi Otonom (BSO) Lingkar Prestasi (Lipres) , 51动漫 (FIB UNAIR) terus menunjukkan komitmen dalam mengoptimalkan potensi mahasiswa FIB di bidang penalaran melalui kelas-kelas pelatihan yang tersedia, salah satunya dalam kelas menulis sastra. Secara perdana, Lipres menyambut Mahasiswa Baru (MABA) FIB yang sedang mengikuti kegiatan wajib magang di fakultas untuk turut gabung dengan kelas mingguan Lipres pada Kamis (29/8/24). Sebanyak 60 partisipan hadir secara daring.
Sejak berdiri 6 tahun yang lalu, Lipres konsisten mengadakan kelas-kelas belajar bersama narasumber kompeten dengan beragam topik yang relevan. Kali ini bukan untuk anggota LIPRES saja, tetapi MABA berkesempatan merasakan atmosfer diskusi bertajuk 淢enggali Inspirasi di balik Dunia Karya Fiksi. Kegiatan itu mengundang Meilisa Dwi Ervinda yang juga merupakan alumnus berprestasi sewaktu di Lingkar Prestasi angkatan 2019.
淎ku mengucapkan banyak terima kasih kepada Lingkar Prestasi yang merupakan salah satu tempat berprosesku dulu di kuliah dan sekarang kembali lagi untuk sharing session materi sastra, tutur Meilisa membuka kelas dengan cerita pengalaman.
Meilisa memberikan gambaran terkait karya sastra hingga pengenalan ragam genre dalam karya sastra mulai dari prosa, puisi, dan drama. Ia mengungkapkan bahwa ketiganya diciptakan melalui imajinasi, yang terkadang bermula dari realita, namun ditulis dalam bentuk cerita fiksi hingga biasa disebut sebagai cerminan sosial.
淜arena karya sastra dapat tercipta dari realitas masyarakat, maka tentu ada pengemasan yang berbeda dengan karya ilmiah. Meskipun demikian, tidak ujug-ujug langsung menulis, tapi ada tanggung jawab sebagai penulis untuk mengumpulkan informasi melalui riset sehingga mampu memberikan nyawa dalam ceritanya, tutur founder Ilalang Pustaka itu.
Tak Hanya itu, Meilisa berbagi ilmu tentang ideasi dalam menulis karya sastra yang ia ungkap melalui shopping ide sebanyak mungkin dengan teknik Amati, Tiru, Modifikasi (ATM), merawat kegelisahan melalui tulisan, dan menyusun pohon kata dengan merangkai beberapa kata serta menjabarkannya.
Pada akhir, Meilisa membocorkan tips and trik untuk menulis dan berkompetisi dalam bidang sastra dengan membaca peluang persaingan kompetisi, membedah karya yang pernah juara, dan tentu mengirimkan karya terlepas akan menang atau kalah.
淵ang terpenting nulis dulu. Kenali diri sendiri dan jangan takut mencoba, setiap karya akan memiliki pelabuhannya masing-masing, ujar Meilisa memberi semangat belajar kepada Mahasiswa Baru.
Selanjutnya, kelas Lipres akan tetap hadir dengan topik-topik baru bidang penalaran setiap dua pekan sekali sebagai ruang peningkatan keterampilan menulis juga mendorong semangat berprestasi mahasiswa FIB.
Kegiatan Menulis Sastra untuk Maba ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education .
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Kegiatan kelas menulis ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




