Penulis: Cahyaning Safitri | Editor: Rafli Noer Khairam
Fakultas Ilmu Budaya (FIB), 51动漫 (UNAIR) kembali mendapatkan berita bahagia dari mahasiswa berprestasi di bidang olahraga panahan. Ia adalah Amelia Kusumawardani, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris yang berhasil menyabet juara 1 dalam lomba Aduan Beregu Divisi Recurve Putri.
Sebelumnya, gadis cantik yang kerap disapa dengan nama Amel tersebut juga pernah memenangkan berbagai perlombaan serupa dari mulai tahun 2018.
淵a, aku sudah pernah mengikuti beberapa perlombaan sejak aku ikut panahan di tahun 2018, ucap Amel.
Amel mengikuti lomba panahan yang diselenggarakan oleh PORPROV atau Pekan Olahraga Provinsi VII. Tidak ingin membuat pembaca penasaran, Ia pun menceritakan terkait tantangan yang dihadapinya selama lomba berlangsung.
淛adi, lombanya itu Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII dan panahan bertempat di lapangan Magenda Bondowoso. Tantangan yang harus aku hadapi di lomba kali ini adalah angin yang kuat dan tidak dapat ditebak arahnya sedangkan berat tarikan busurku cuma 35,5 pound. Jadi, kalau ada angin terbang anak panahnya akan sangat terpengaruh. H-1 minggu juga mengganti besar spine anak panah agar jalannya lebih mulus ketika ditembakan, namun hal tersebut juga perlu adaptasi, jelasnya.
Amel mengaku bahwasanya dia belajar panahan bersama pelatih hanya untuk mengisi waktu luang, namun keisengannya berhasil membawanya menjadi juara. Berbagai dukungan dari orang-orang terdekat juga menjadi motivasi tersendiri bagi Amel.
淏elajar panahan tentunya dari pelatih, meskipun awalnya mengikuti panahan hanya untuk mengisi waktu luang, namun alhamdulillah berbuah prestasi. Ya, alhamdulillah karena kakak juga merupakan atlet jadi support dari keluarga sangat besar dari segi psikologis, fisik dan gizi. Support dari para pelatih dan teman-teman pun juga tidak ketinggalan. Hingga support dari dosen wali, yaitu Bapak Jurianto yang memberi izin tidak mengambil full sks (satuan kredit semester, Red) sehingga bisa lebih fokus latihan, papar Amel.
Pada akhir wawancara, Amel tidak lupa membagikan tips dan trik menjadi juara juga ingin memberikan sedikit motivasi agar teman-teman FIB tidak putus berjuang dalam meraih kesuksesan.
淒engarkan apa kata pelatih dan hilangkan egoisme diri. Karena pelatih tau apa yang harus dilakukan atau diperbaiki dari seorang atlet yang dilatihnya. Sedangkan, atlet harus menghilangkan sifat egois agar dapat menerima ilmu yang diberi oleh pelatih. Jangan mudah putus asa dan berhenti berjuang, bisa jadi hanya butuh 1 langkah lagi untuk bisa mencapai apa yang kalian inginkan, tutupnya.
Prestasi Amelia Kusumawardani turut mendukung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam pencapaian SDGs untuk poin Quality Education.




