51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Chuo University Paparkan Perbedaan Mahasiswa

FIB NEWS – Surabaya, 27 Februari 2025, Mahasiswa inbound dari Chuo University, Jepang, Kana Ueta, mempresentasikan materi dalam bahasa Indonesia sebagai bagian dari program akademik mereka di . Presentasi yang berlangsung di Ruang Chairil Anwar, , 51动漫 ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Kana Ueta mengangkat topik mengenai perbedaan keseharian mahasiswa Jepang dan Indonesia pada hari Minggu.

Dalam pemaparannya, Kana Ueta menjelaskan bahwa mahasiswa Jepang dan Indonesia memiliki beberapa kesamaan dalam menghabiskan waktu di hari libur, seperti bermain, belajar, dan bersosialisasi. Namun, terdapat juga beberapa perbedaan mencolok dalam pola aktivitas sehari-hari yang mencerminkan budaya dan kebiasaan masing-masing negara.

Perbedaan Keseharian Mahasiswa Jepang dan Indonesia

Salah satu perbedaan utama yang disampaikan oleh Kana Ueta adalah jam bangun tidur mahasiswa di kedua negara. Rata-rata mahasiswa Jepang biasanya bangun sekitar pukul 08.00 pagi pada hari Minggu. Sebagian besar dari mereka juga memanfaatkan waktu luang dengan bekerja paruh waktu untuk mendapatkan pengalaman kerja serta menambah penghasilan. Budaya kerja paruh waktu atau cukup umum di Jepang, bahkan di kalangan mahasiswa.

Di sisi lain, mahasiswa Indonesia umumnya memiliki jadwal tidur yang lebih singkat, dengan rata-rata waktu tidur hanya sekitar empat jam. Mereka sering kali bangun lebih awal, sekitar pukul 04.00 pagi, untuk melaksanakan ibadah dan aktivitas lainnya. Berbeda dengan mahasiswa Jepang, mahasiswa di Indonesia tidak banyak yang bekerja paruh waktu karena lebih fokus pada studi dan kegiatan akademik.

Kesamaan Kegiatan Mahasiswa Jepang dan Indonesia

Meskipun memiliki beberapa perbedaan dalam pola keseharian, mahasiswa Jepang dan Indonesia tetap memiliki kesamaan dalam menghabiskan waktu di hari Minggu. Keduanya memanfaatkan hari libur untuk bermain, belajar, dan mengembangkan diri melalui berbagai aktivitas. Beberapa mahasiswa di kedua negara juga mengisi hari Minggu dengan berpartisipasi dalam kegiatan komunitas atau mengikuti acara sosial.

Melalui presentasi ini, Kana Ueta berharap dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa 51动漫 mengenai kehidupan mahasiswa di Jepang. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan akademik dan budaya antara Jepang dan Indonesia.

Program inbound ini merupakan salah satu bentuk kerja sama internasional yang dijalankan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 (FIB UNAIR) dalam rangka memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa asing. Dengan adanya pertukaran informasi mengenai kebiasaan dan budaya di masing-masing negara, diharapkan dapat tercipta pemahaman yang lebih baik dan memperkuat kerja sama akademik di masa depan.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 17, yaitu quality education.

AKSES CEPAT