Penampilan tim PSUA pada ajang Malaysian Choral Eisteddfod 2024. (Sumber: Dok. Narasumber)
FIB NEWS – Perjalanan panjang (PSUA) akhirnya menghasilkan raihan prestasi membanggakan. Tim PSUA mencetak sejarah kemenangan lomba internasional setelah tujuh tahun hanya berkutat di lingkup nasional.
Tim PSUA berhasil meraih tiga medali emas pada kategori A4 Mixed Youth, B1 Equal Voices Soprano Alto (SA), dan B3 Folklore di ajang 2024. Penganugerahan medali berlangsung pada Minggu (10/11/2024) di The Kuala Lumpur Performing Art Center, Sentul Park, Malaysia.
Fiyki Hadi Kusuma, mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang (FIB UNAIR), turut serta dalam ajang tarik suara tersebut. Ia ikut andil sebagai ketua pelaksana perlombaan internasional itu. Ia mengungkap tantangan paling sulit yang dialaminya bersama tim adalah finansial.
淜arena ini lomba internasional, kami memerlukan dana yang cukup besar buat berangkat. Kami mencoba berbagai upaya mulai dari danusan, mencari sponsor, hingga pengajuan dana ke universitas, ujarnya.
Selain dana, Fiyki juga mengungkap bahwa terdapat kesulitan dalam mencari penyanyi khususnya suara alto. Terdapat ketimpangan antara jumlah penyanyi suara alto dan sopran, sehingga PSUA perlu mencari lagi kriteria suara alto.
Meskipun banyak tantangan yang Fiyki dan tim PSUA lalui, ia tetap merasa bersyukur atas raihan prestasi tingkat internasional itu. Persiapan latihan dari Februari hingga November terbayar dengan tiga medali emas.
淎ku senang sekali bisa ikut lomba bersama PSUA di tingkat internasional. Ini merupakan lomba pertama aku di tingkat internasional jadi aku dapet banyak pengalaman baru. Dan juga akhirnya perjuangan kami bisa meraih tiga medali emas, tuturnya.
Fiyki berharap medali emas internasional itu sebagai pemicu semangat PSUA untuk mengikuti berbagai perlombaan lain, baik tingkat nasional maupun internasional. Ia juga berpesan untuk tidak menyerah ketika mengalami kegagalan dan terus berusaha mencoba.
Raihan prestasi ini masuk dalam kategori Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yaitu Quality Education.
Penulis: Selly Imeldha




