FIB NEWS- Azizah Dinda Ihsanningtyas, Mahasiswa , , 51动漫, (FIB UNAIR) berhasil meraih Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Jepang yang digelar oleh Universitas Tokushoku bekerja sama dengan Universitas Darma Persada. Lomba ini mengusung tema besar “Hidup berdampingan dengan AI: Tantangan dan pemanfaatan AI dalam belajar bahasa dan budaya Jepang.”
Tema Menarik
Azizah membawakan pidato berjudul “础滨で日本语や日本文化について学ぶ楽しさ” atau berarti “Serunya belajar tentang bahasa dan budaya Jepang dengan AI.” Menurutnya, ia memilih judul ini karena dekat dengan pengalaman pribadinya.
“Pengalamanku memakai AI untuk pembelajaran bahasa jepang ini tidak monoton dan seru, tetapi juga harus mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar. Jadi, aku ingin menyampaikan bahwa belajar bahasa dan budaya jepang dengan AI itu jika punya kemauan yang kuat untuk belajar,” ungkapnya.
Persiapan Intensif
Azizah menyiapkan naskah selama sebulan dan berlatih dua minggu sebelum final. Dhaniswari sensei dan Katsuhama Michiko sensei sebagai pengajar dari Japan Cooperation Agency (JICA), mendampinginya secara sukarela. “Sensei mendampingi selama pembuatan naskah dan pelatihan dua minggu sebelum ke Jakarta,” katanya.
Dalam prosesnya, ia melatih ekspresi dengan menggunakan media cermin. Latihan ia lakukan dengan berpidato sambil berjalan agar terdengar lebih natural. “Aku ingin intonasi terdengar natural, seperti sedang mengobrol dengan audiens. Khusus intonasi bahasa Jepang, Katsuhama Michiko sensei yang membantu mengoreksi nada,” ujarnya.
Final berlangsung di Grha Wira Bakti, Universitas Darma Persada, Jakarta. Azizah mengaku gugup, namun dukungan dosen dan ramahnya sesama finalis membuatnya lebih percaya diri. “Awalnya gugup, tapi ketika semua finalis sudah berkumpul, kegugupanku berkurang. Mereka ramah dan saling mendukung,” ungkap Azizah.
Makna Prestasi dan Harapan
Keberhasilan meraih juara 3 memberikan makna mendalam bagi Azizah. “Prestasi ini sangat berharga karena menjadi hasil dari latihan lebih dari satu bulan. Aku semakin ingin terus meningkatkan kualitas kemampuan berkomunikasi bahasa Jepang secara lisan,” ujarnya.
Azizah berencana melanjutkan perjalanannya dengan mengikuti program internship di Jepang selama enam bulan ke depan. la pun memberi pesan kepada mahasiswa lain agar tidak takut mencoba. “Tidak apa-apa jika tidak menang, yang terpenting adalah proses, pengalaman, dan relasi yang kita dapatkan,” pungkasnya.
Keberhasilan Azizah Dinda Ihsaningtyas meraih Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Jepang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education.
Penulis : Priska Dwita Aulia
Editor : Mohammad Adif Albarado




