Erina Aulia Syaharani (Dokumen: pribadi)
FIB NEWS – Semangat yang tinggi dan kepedulian terhadap budaya membuat mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR). Erina Aulia Syaharani berhasil terpilih sebagai Duta Aksi Nusantara mewakili Provinsi Jawa Timur pada Minggu (8/12/24). Prestasi semacam ini menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas.
淪ebagai mahasiswa FIB, sudah seharusnya kita tidak hanya fokus pada pemahaman teori dan kajian budaya, tetapi juga mengambil peran aktif dalam memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan budaya, ujar Erina Aulia.
Erina Aulia mengungkapkan bahwa perannya sebagai Duta bertujuan untuk mengembangkan personal branding, terutama di era digital. 淚ni adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan personal branding melalui peran sebagai konten kreator yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membuat konten yang menarik, serta tentunya menjalin kerja sama dengan sesama Duta di 38 provinsi yang ada di Indonesia, ujarnya.
Selain personal branding, Erina Aulia juga berbagi pengalaman yang menginspirasi keinginannya menjadi Duta Aksi Nusantara. Sejak awal tertarik dengan budaya, setelah mengetahui program tersebut, terlihat bahwa Duta Aksi Nusantara tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga untuk pengembangan diri, terutama dalam kepemudaan. Hal ini semakin memotivasi untuk bergabung dan berkontribusi melalui program tersebut.
淭idak mudah untuk mencapai titik ini, menjadi Duta Aksi Nusantara sudah menjadi bagian dari rencana sejak awal menjadi mahasiswa baru, ujarnya.

Program Kerja Duta Aksi Nusantara secara berkelompok membahas tema “Bangkit,Bangun,dan Berjuang.(Dokumen: Pribadi)
Erina Aulia menceritakan bahwa banyak rencana sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan tetapi semangat untuk mencoba. 淟ebih baik membuat rencana, tetapi gagal daripada tidak membuat rencana sama sekali, tambahnya.
Erina Aulia juga menyampaikan pesan untuk tidak pernah menyerah, karena kita tidak pernah tahu jalan seperti apa yang akan dihadapi di masa depan. 淜egagalan sekali, dua kali, bahkan hingga tujuh kali mungkin saja terjadi. Ketika rasa lelah dan keinginan untuk menyerah muncul, bisa jadi keberhasilan ada di percobaan kedelapan, ungkapnya.
Menurutnya, menyerah terlalu cepat sama saja dengan menghilangkan peluang untuk meraih keberhasilan. 淛ika menyerah terlalu cepat karena takut gagal lagi, kesempatan untuk meraih keberhasilan akan hilang. Intinya, jangan pernah takut gagal, karena dunia ini adalah tempat untuk terus mencoba, belajar, dan bangkit dari kegagalan, tutupnya.
Pencapaian dari Erina Aulia Syaharani ini mendukung Sustainable Development Goals (SGDs) nomor 4, yaitu quality education dan nomor 5, gender equality.
Penulis: Chesica Styo Helena
Editor: Mohammad Adif Albarado




