51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa FIB Wujudkan Mimpi ke Osaka University

FIB NEWS – Farrel Hamzah Syuhada, mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR) wujudkan mimpi melalui program magang dan pertukaran pelajar di Osaka University, Jepang. Program ini merupakan hasil kerjasama dari Osaka University dan universitas-universitas lain yang memiliki program studi Bahasa dan Sastra Jepang.

Awalnya, Farrel mengetahui informasi mengenai program magang dan pertukaran pelajar ini melalui grup program studinya. Ia mengaku merasa tertarik dan memang sudah lama ingin pergi ke Jepang. 

淪ebelumnya, saya sempat mencoba mendaftarkan diri untuk magang beberapa kali, tetapi ditolak karena saya memiliki alergi makanan, ucapnya.

Di satu sisi, Farrel merasa senang karena akhirnya ia bisa mendapatkan kesempatan untuk pergi ke Jepang. Namun, disisi lain, ia juga merasa sedikit gugup karena harus keluar dari zona nyamannya. 

淭entu hidup sendirian di negara orang lain bukanlah perkara mudah, tapi ia pribadi merasa bahwa ini merupakan sesuatu yang tetap harus dihadapi, jelasnya.

Untuk sampai di tahap itu pun tidak didapatkan Farrel secara cuma-cuma. Ia menjelaskan bahwa prodi Bahasa dan Sastra Jepang UNAIR sering mendatangkan orang Jepang dari berbagai universitas. Melalui kesempatan-kesempatan itu ia mendaftar sebagai volunteer, guna melatih kemampuannya dalam percakapan langsung menggunakan bahasa Jepang dan membiasakan diri berbicara dengan penutur asli Jepang. 

淪aya juga mengikuti tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) dan telah memperoleh sertifikat N3 sebagai salah satu syarat mengikuti program magang dan pertukaran pelajar di Jepang, paparnya.

Lebih lanjut, Farrel turut berikan beberapa saran bagi teman-teman mahasiswa lain yang juga ingin mengikuti pertukaran pelajar di Jepang. Ia menganjurkan untuk memulai dengan aktif mengikuti kegiatan volunteer, khususnya memandu tamu-tamu dari Jepang.

淛angan lupa juga untuk belajar dengan giat hingga bisa mendapatkan sertifikat kemampuan bahasa minimal level N3, tandasnya.

Hal ini nantinya akan sangat dibutuhkan, karena banyak program yang memerlukan sertifikat tersebut jika ingin mendaftar. Selain itu, percaya diri juga merupakan kunci saat berbicara bahasa Jepang. Terlepas dari benar atau salah, jika kita percaya diri, ia percaya bahwa orang lain akan tetap bisa memahaminya.

Terakhir, Farrel berharap bisa meningkatkan skill bahasa Jepang nya lebih baik lagi melalui program magang dan pertukaran pelajar yang akan ia jalani ini. Ia mengatakan bahwa akan berangkat ke Jepang pada September, dengan program yang akan berlangsung selama 2 semester kedepan.

淪aya juga berharap bisa mendapatkan pengalaman lebih banyak lagi dan meningkatkan relasi saya nantinya, pungkas Farrel.

Penulis: Audrey Itsnina Azzahra

AKSES CEPAT