Potret Mahasiswa Kasetsart University (Foto: Buddies FIB UNAIR)
FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) kembali menyelenggarakan program inbound yang diikuti oleh 17 mahasiswa dari Kasetsart University, Thailand. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai aspek kebudayaan Indonesia. Pada Selasa (18/2/2025) mereka mempelajari mengenai sejarah kesehatan khususnya di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Salah satu kelas yang diikuti oleh mahasiswa dari Kasetsart University dalam program ini adalah history of health atau sejarah kesehatan, yang disampaikan oleh dosen Ilmu Sejarah, Moordiati S.S., M.Hum. Dalam kelas ini, mahasiswa mempelajari tentang perkembangan sistem kesehatan di Indonesia sejak awal abad ke-20, termasuk pengobatan tradisional yang digunakan masyarakat, seperti jamoe dan obat waroeng. Melalui topik ini, mahasiswa diperkenalkan pada peran sejarah dalam membentuk praktik kesehatan yang ada di Indonesia saat ini.
Selain mengikuti kelas history of health, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan yang beragam mulai dari belajar aksara tradisional Indonesia, mempelajari manuskrip kuno, hingga mengenal budaya musik Indonesia melalui pelajaran gamelan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk belajar bahasa Indonesia dan mengikuti tour heritage di Surabaya, yang memperkenalkan mereka pada kekayaan sejarah kota tersebut.
Moordiati berharap program ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang mata kuliah Ilmu Sejarah di FIB UNAIR. “Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang mata kuliah yang ada di Fakultas Ilmu Budaya, terutama di program studi Ilmu Sejarah. Kami berharap ini bisa memicu rasa ingin tahu mereka. Tentu saja, kami tidak bisa memaksakan bahwa mereka akan langsung tertarik atau menyukai topik ini, tetapi paling tidak, kami sudah memperkenalkan topik ini kepada mereka,” ungkapnya.
Menurut Moordiati, meski tidak dapat menjamin bahwa semua mahasiswa akan langsung tertarik, ia tetap berharap mahasiswa dari program inbound ini akan kembali menggali lebih dalam tentang sejarah. Ia juga berharap bahwa mereka tidak hanya mengetahui adanya kelas ini, tetapi juga memahami isinya dengan baik, yang tentu saja bergantung pada minat masing-masing mahasiswa.
Sebagai bagian dari kegiatan akhir, mahasiswa juga diarahkan untuk membuat artikel mengenai masalah kesehatan di Thailand dan mempresentasikan hasil tulisan mereka di kelas. Program ini memberikan pengalaman yang berharga bagi para mahasiswa, tidak hanya dalam hal akademik, tetapi juga dalam mempererat hubungan antarbudaya.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yakni, quality education.
Penulis : Tsabita Nuha Zahidah
Editor: Fania Tiara Berliana Marsyanda




