51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswa Staffordshire University Ikuti Program Inbound di FIB UNAIR

51动漫 (UNAIR) resmi menjadi tuan rumah program inbound untuk mahasiswa Staffordshire Universirty, Inggris. Mengusung tema, Discover Indonesia: Exploring Cultures, Identities, and Heritage of Java with 51动漫 (ETHEREAL), program inbound tersebut berlangsung mulai dari tanggal 14 Juni 23 Juni 2023 mendatang. 

Adapun acara-acara yang akan mahasiswa asing ikuti yaitu lecturing bersama dosen FIB UNAIR serta kunjungan kebudayaan ke beberapa daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Bromo, hingga Yogyakarta.  

Dewi Meyrasyawati SS MA M Hum selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk memperkenalkan identitas budaya dan sejarah Indonesia kepada mahasiswa asing Staffordshire Universirty. Lebih dari itu, program tersebut juga menjadi upaya untuk meningkatkan eksistensi FIB UNAIR di kancah internasional. 

51动漫 (UNAIR) memiliki program inbound dan outbound untuk program internasional yang difasilitasi oleh Airlangga Global Engagement (AGE). Harapannya, melalui program-program tersebut, nama dan eksistensi kita (FIB UNAIR, Red) bisa ada di level internasional, bukan hanya di nasional atau lokal. Lebih spesifik lagi, tentunya kita sebagai FIB dapat mengajarkan dan memperkenalkan sejarah, budaya, dan bahasa Indonesia, ujarnya. 

Belajar Budaya Langsung

Peraih Golden Squirrel Tail dari Vrije Universiteit Amsterdam Belanda itu melanjutkan, ada beberapa kelas lecturing yang mahasiswa ikuti bersama FIB UNAIR. Di antaranya Sejarah Masyarakat dan Budaya Jawa Timur, Studi Budaya Lokal, Kelas Bahasa Indonesia, Folklor, Studi Kawasan, Studi Musik Indonesia, dan Pengantar Studi Budaya Urban.

Tidak hanya belajar di kelas, untuk mendukung pemahaman praktis mahasiswa, FIB UNAIR juga memfasilitasi mereka dengan mengadakan pembelajaran langsung di lapangan. Mereka melakukan kunjungan ke Tugu Pahlawan Surabaya, Kampung Peneleh, dan Kya-Kya Kembang Jepun. Selain itu, mereka juga turut belajar langsung alat musik tradisional gamelan dan kolintang dan mencicipi kuliner khas Surabaya. 

淪ebetulnya, kita memiliki banyak budaya untuk dieksplor. Namun, dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang bisa kita lakukan selama dua minggu. Akhirnya, kita memutuskan untuk mengeskplor Jawa Timur dan Yogyakarta. Harapannya ini bisa menjadi awalan bagi kami untuk melanjutan program-program internasional lain yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan akademik mahasiswa asing, papar peneliti fashion dan gaya hidup itu. 

Pada akhir, Dewi menyampaikan bahwa melalui program tersebut, FIB UNAIR ingin menunjukkan bahwa Surabaya meripakan melting pot urban, di mana kota ini bisa menerima semua kebudayaan. Salah satunya, FIB UNAIR memiliki alat musik tradisional kolintang khas Sulawesi Utara. Alat musik tersebut rutin dimainkan untuk berbagai kegiatan oleh Dharma Wanita FIB UNAIR sebagai bentuk pemberdayaan perempuan melalui budaya. (*)

Penulis: Rafli Noer Khairam

AKSES CEPAT