51动漫

51动漫 Official Website

Mahasiswi FIB Bagikan Pengalamannya Juara 3 Presentasi Bahasa Jepang

FIB NEWS – Mahasiswa 51动漫 (FIB UNAIR), Zahra Awliyaa, membagikan pengalamannya atas keberhasilannya meraih juara 3 dalam lomba presentasi bahasa Jepang tingkat Jawa Timur. Perlombaan yang diselenggarakan oleh Konjen Jepang Surabaya dan dibersamai dengan Japan Foundation itu berlangsung di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya pada 7 September 2024 lalu.

Zahra mengaku belum pernah mengikuti perlombaan akademik sebelumnya, apalagi lomba presentasi. Berbekal keberanian diri, ia merasa tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. 淎ku rasa nggak ada salahnya sekali-kali mencoba untuk menantang diri, ungkapnya.

Persiapan Jelang Perlombaan

Berorientasi pada tema yang diusung, 楳asyarakat Dilihat dari Berita Terkini, Zahra mengangkat topik childfree yang didapatnya dari pembahasan pada aplikasi X. Pemilihan topiknya ini pula sempat menghambatnya dalam merampungkan naskah presentasi. 淪empat bingung mau membawa pembahasannya ke mana, karena topiknya terasa sensitif. Penerjemahan juga nggak gampang, banyak kosakata yang sulit dan aku nggak mengerti, singkapnya. 

Selain naskah presentasi, proses latihan dan take video presentasi juga merupakan tantangan untuknya, mengingat ini adalah hal yang baru bagi Zahra. 淎ku sama sekali belum pernah ikut lomba semacam presentasi, apalagi menghafal presentasi yang bukan berbahasa Indonesia. Itu nggak mudah, ujarnya. 

Sebelum hari perlombaan, Zahra juga sempat berlatih untuk yang terakhir kali bersama dosen yang membimbingnya. Saat itu, ia juga ditanya-tanyai sebagai simulasi presentasinya besok di depan juri. 淪aat itu aku nggak lancar menjawab simulasi pertanyaan dari dosen. Malamnya aku baca lagi naskahku dan mengira-ngira besok juri bakal tanya apa tentang presentasiku, jelasnya.

Kesan Perlombaan dan Pesan Inspiratif

Zahra juga menceritakan perasaannya sebelum presentasi. Ia merasa khawatir presentasinya tidak berjalan lancar. Unexpectedly presentasiku berjalan lancar dan tenang. Aku juga merasa presentasiku lebih baik dari latihan-latihanku sebelumnya, ucapnya.

Di UNUSA, Zahra juga mengaku bertemu banyak peserta yang hebat. Bahkan ia sempat berpikir bahwa kalah dari peserta-peserta lain saat itu bukanlah hal yang buruk, karena setidaknya ia sudah berani mencoba. 淜aget dan nggak expect karena ternyata dapat juara. Ternyata takdir lebih indah dari overthinking-ku, tuturnya. 

Terakhir, ia juga berpesan kepada mahasiswa lain bahwa tidak ada salahnya menantang diri sendiri untuk mengikuti lomba, yang terpenting adalah banyak berlatih. 淢enurutku, saingan terberat saat mengikuti lomba bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Tinggal bagaimana cara kita untuk meminimalisasi perasaan-perasaan negatif yang muncul agar fokus kita nggak terpecah, imbuhnya.

Kemenangan Zahra Awliyaa dalam perlombaan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 5, yaitu gender equality.

Penulis: Tarisha Faradis

AKSES CEPAT