Surabaya, 28-29 Mei 2024 – , 51动漫 (FIB UNAIR), kembali mengadakan kuliah praktisi yang kali ini mengangkat tema “Bahasa Indonesia Jurnalistik”. Acara ini menghadirkan Suhardi Budi Santoso, seorang editor berpengalaman dari Tempo, sebagai pembicara. Kuliah praktisi tersebut dilangsungkan pada Selasa dan Rabu, 28-29 Mei 2024, dari pukul 08:00 hingga 12:00 WIB, bertempat di Ruang Siti Parwati, Lantai 2 Fakultas Ilmu Budaya 51动漫.
Profil Singkat Pembicara: Suhardi Budi Santoso
Suhardi Budi Santoso merupakan seorang editor yang telah berkecimpung dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1993. Ia memulai kariernya sebagai Redaktur Bahasa di Majalah Tempo pada tahun 1993-1994, kemudian melanjutkan kiprahnya di Majalah Matra sebagai Redaktur Bahasa hingga tahun 1998. Setelah itu, ia kembali ke Tempo dan menjabat sebagai Redaktur Bahasa dari tahun 1998 hingga 2004 dan 2007 hingga 2011. Tidak hanya itu, Suhardi juga pernah menjadi Koordinator Redaksi Bahasa Grup Tempo dari tahun 2010 hingga 2020.
Selain berperan sebagai editor, Suhardi juga aktif dalam bidang pendidikan dan pelatihan jurnalistik. Sejak tahun 2015, ia telah mengajar bahasa jurnalistik di Tempo Institute. Ia juga turut menulis beberapa buku, seperti seri Celetuk Bahasa yang mengungkap berbagai salah kaprah dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Materi Kuliah: Bahasa Indonesia Jurnalistik
Dalam kuliah tamu ini, Suhardi Budi Santoso menyampaikan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam dunia jurnalistik. Ia menekankan bahwa bahasa jurnalistik harus taat pada kaidah bahasa Indonesia namun tetap kreatif agar mudah dipahami oleh pembaca. Salah satu kunci dari bahasa jurnalistik yang efektif adalah penggunaan kalimat efektif, yang berarti kalimat tersebut harus singkat, padat, jelas, lengkap, dan cermat.
Suhardi juga menjelaskan perbedaan antara ragam bahasa formal, nonformal, dan semiformal. Ragam bahasa jurnalistik termasuk dalam kategori semiformal yang mengedepankan ringkas dan padat namun tetap taat kaidah. Contoh penggunaan bahasa yang efektif dan taat kaidah dapat dilihat pada produk-produk jurnalistik yang dihasilkan oleh Tempo, seperti Majalah Tempo, Koran Tempo, dan situs berita Tempo.co.
Pentingnya Kalimat Efektif
Menurut Suhardi, kalimat efektif adalah kunci keberhasilan penyampaian pesan dalam jurnalistik. Kalimat yang efektif harus mampu menyampaikan apa yang ingin disampaikan penulis secara langsung kepada pembaca. Hal ini penting untuk menjaga keterbacaan dan menarik minat pembaca. Suhardi memberikan contoh kalimat-kalimat yang tidak efektif dan menunjukkan cara memperbaikinya agar lebih singkat, padat, dan jelas.
Kaidah Bahasa Jurnalistik
Selain kalimat efektif, Suhardi juga menguraikan pentingnya mengikuti kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan jurnalistik. Bahasa jurnalistik harus selalu mematuhi Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kaidah ini mencakup penggunaan tanda baca yang tepat, penulisan huruf besar dan miring, serta penghindaran kata mubazir atau berlebihan.
Penutup
Kuliah tamu ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 dalam memahami dan menerapkan bahasa Indonesia jurnalistik. Suhardi Budi Santoso, dengan pengalaman dan keahliannya, berhasil menyampaikan materi dengan baik sehingga dapat dipahami dan diaplikasikan oleh para peserta. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan kualitas penulisan jurnalistik mahasiswa dapat meningkat dan mereka mampu menghasilkan karya yang taat kaidah, efektif, dan kreatif.




