Pemaparan tentang modernsisasi Jepang oleh Prof. Matsuda Koichiro dari Rikkyo University
51动漫 kembali menyelenggarakan kuliah tamu dengan topik Intellectual and Social Aspects of Modernization in Japan pada Selasa, 24 Februari 2026 di R. Tarumanegara, ASEEC 51动漫. Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Matsuda Koichiro dari Rikkyo University, Tokyo sebagai pembicara utama dan Nabila Vina Fairuzzahra, M.Si. sebagai moderator.
Sejarah Modernisasi Jepang
Dalam pemaparannya, Prof. Matsuda menyampaikan bahwa masyarakat Jepang pada zaman pemerintahan Tokugawa dibagi menjadi empat kasta, yaitu samurai, petani, pengrajin, dan pedagang. Sistem kasta ini dikenal dengan sebutan 厂丑颈-狈艒-碍艒-厂丑艒 dan berlaku mulai abad ke-17 M sampai abad ke-19 M. Sistem 厂丑颈-狈艒-碍艒-厂丑艒 mulai dihapuskan ketika Jepang mulai memasuki masa Meiji. Hal ini menandai titik awal modernisasi di Jepang.
Salah satu tokoh yang memiliki andil dalam modernisasi di Jepang adalah Fukuzawa Yukichi. Dalam presentasinya, Prof. Matsuda menjelaskan bahwa Fukuzawa berperan dalam menerjemahkan buku manual parlemen Inggris ke dalam bahasa Jepang. Buku manual tersebut kemudian dijadikan dasar oleh pemerintah Meiji dalam membentuk dan mengorganisasi struktur pemerintahan Jepang yang baru.
Tidak hanya itu, Prof. Matsuda juga menyatakan bahwa meskipun Jepang telah menerapkan modernisasi dalam aspek politik dan pemerintahan, salah satu tantangan yang perlu disorot adalah partisipasi perempuan dalam parlemen di Jepang. Melalui data-data yang dipaparkan, Prof. Matsuda menyimpulkan bahwa partisipasi perempuan dalam bidang pemerintahan di Jepang masih tergolong rendah. Hal ini dinilai sebagai sebuah tantangan bagi Jepang agar mampu menerapkan kesetaraan gender di berbagai bidang tanpa terkecuali.
Penutup
Melalui pemaparan materi oleh Prof. Matsuda, peserta kuliah tamu mendapatkan pengetahuan dan perspektif baru mengenai sejarah modernisasi di Jepang. Penyelenggaraan kuliah tamu ini menunjukkan bahwa Departemen Bahasa dan Sastra Jepang mendukung ketercapaian SDGs no. 4 quality education melalui kolaborasi pendidikan dengan mitra intermasional.
Penulis: Nabila Vina Fairuzzahra, M.Si.




