Penulis: Lintang Adiluhung (NIM:122111333038)
Mahasiswa Departemen Studi kejepangan FIB Unair
Pada tanggal 24-25 Mei 2023, mahasiswa Departemen Fakultas Ilmu Budaya 51动漫 terutama yang mengambil mata kuliah Pengantar Budaya dan Masyarakat Jepang mendapat kesempatan mengenal upacara minum teh dari Jepang yang disebut dengan “Chanoyu” (鑼躲伄婀). Chanoyu yang juga dikenal sebagai Sadou atau Chadou, adalah seni minum teh tradisional Jepang yang berakar dalam sejarah dan budaya kuno Jepang. Lebih dari sekadar sekedar minum teh, Chanoyu adalah sebuah upacara yang menggabungkan estetika, keharmonisan untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan bermakna.
Dengan berpartisipasi dalam upacara Chanoyu ini, mahasiswa Studi Kejepangan mendapatkan kesempatan unik untuk mempelajari budaya Jepang secara langsung. Mereka belajar tentang keindahan, nilai-nilai dan etika yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Jepang. Lebih dari itu, pengalaman ini membantu mereka mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang budaya Jepang dan meningkatkan apresiasi mereka terhadap keunikan dan kekayaannya. Sejumlah mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk memakai baju tradisional Jepang yaitu Yukata.
Dibimbing langsung oleh dosen pengampu dan dua orang native Jepang yang bernama Tamiya Mirei dan Hirota Minori, mahasiswa Studi Kejepangan belajar filosofi dalam pelaksanaan Chanoyu. Selain itu, mahasiswa Studi Kejepangan mempelajari peran dan etika yang terlibat dalam upacara Chanoyu. Mereka belajar bagaimana menyajikan teh dengan sopan kepada tamu dan memahami tata cara gerakan yang teratur. Mereka juga mengeksplorasi filosofi yang mendasari upacara ini, seperti kerendahan hati dan harmoni dengan alam. Ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan yang mendalam tentang budaya Jepang dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Jepang.
“Saya merasa senang pada proses upacara Chanoyu ini karena bisa merasakan pengalaman baru dalam pembuatan teh yang memiliki mekanisme yang lumayan rumit, saya sendiri tertarik untuk merasakan bagaimana rasa pada teh yang telah saya buat dengan prosedur dan suasana ala Jepang ini,” dari Muhammad Zainullah, salah satu mahasiswa yang mengikuti upacara Chanoyu oleh Departemen Studi Kejepangan.




