Potret Zalfa Izzati Efendi, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR (Dokumentasi Pribadi)
FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) terus menunjukkan kiprahnya dalam mencetak mahasiswa berprestasi. Zalfa Izzati Efendi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Angkatan 2024 dipercaya menjadi pemateri dalam Program Essay Grants. Program ini diadakan oleh Komunitas Revolusi Edukasi yang dilakukan melalui zoom meeting setiap Sabtu (15/3/2025) hingga (5/4/2025).
Seminar ini bertujuan untuk membantu semua kalangan dalam menulis esai dan mempersiapkan diri untuk lolos beasiswa. Sebagai pemateri, Zalfa membagikan pengalamannya untuk mengulas strategi menulis esai yang menarik, cara menghadapi wawancara, serta pentingnya mengenali diri sebelum daftar beasiswa.
Perjalanan Akademik
Sejak awal, Zalfa aktif di dunia kepenulisan. Ia menjuarai Lomba Menulis Cerpen dalam Event 榃riterpreneur di Universitas Sidoarjo. Tak hanya itu, ia juga meraih Juara 2 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Perkoperasian Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Bahkan di bidang non-sastra, ia juga memenangkan Olimpiade Akuntansi Regional Surabaya-Sidoarjo yang digelar oleh BCA.
Kini prestasinya semakin gemilang setelah berhasil menjadi Awardee Beasiswa Unggulan 2024. Namun, pencapaiannya itu tidak diraih dengan mudah. Sebagai pengalaman pertamanya mendaftar beasiswa, Zalfa menghadapi tantangan mulai dari kebingungan dalam menyusun esai hingga kesulitan dalam mempersiapkan wawancara.
淎walnya aku clueless banget, nggak tahu harus mulai dari mana. Tapi aku sadar kalau aku harus serius, karena ini bukan soal keberuntungan tapi soal persiapan diri secara matang, ungkapnya.
Ia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyusun esai yang kuat, melewati berbagai revisi, serta melakukan latihan wawancara berkali-kali sebelum akhirnya dinyatakan lolos.
Peran Zalfa
Setelah sukses mendapatkan beasiswa, Zalfa merasa perlu berbagi ilmu dengan orang lain. Sebagai pemateri, Zalfa menjelaskan berbagai jenis beasiswa dalam negeri, baik dari pemerintah, swasta, maupun internal kampus. Ia juga menekankan pentingnya menulis esai yang kuat dan mampu merepresentasikan diri pendaftar.
淢enulis esai beasiswa itu bukan hanya soal memenuhi syarat administratif, tetapi juga harus mencerminkan karakter dan komitmen akademik pendaftar, jelasnya.
Selain membahas teknik menulis, Zalfa juga memberikan tips menghadapi wawancara beasiswa. Menurutnya, banyak mahasiswa gagal dalam tahap ini karena kurang memahami diri sendiri dan tidak bisa menyampaikan visi akademik dengan jelas.
淜alau kita sendiri nggak yakin dengan tujuan kita, bagaimana mereka bisa yakin untuk memberikan beasiswa? katanya.
Motivasi Beasiswa
Di akhir sesi, Zalfa berpesan kepada mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa agar mulai mempersiapkan diri sejak dini.
淏easiswa bukan sekadar keberuntungan, tapi hak yang bisa diperjuangkan, ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya tidak bergantung pada AI (Artificial Intelligence) dalam menulis esai, karena pemberi beasiswa bisa mengenali tulisan yang dibuat secara otomatis dan kurang mencerminkan karakter asli pendaftar.
淕unakan AI hanya untuk brainstrorming, tapi tetap tulis dengan gaya sendiri, tutupnya.
Peran Zalfa sebagai pemateri di Essay Grants mencerminkan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu, Quality Education.
Penulis: Priska Dwita Aulia
Editor: Mohammad Adif Albarado




