Dokumentasi Booth FIB UNAIR di AEE 2025
UNAIR NEWS – Booth 51动漫 (FIB UNAIR) di Airlangga Education Expo (AEE) 2025 sukses menarik perhatian pengunjung dengan konsep uniknya. FIB UNAIR ingin membawa suasana kampung ke dalam pameran dengan menghadirkan elemen budaya khas pedesaan yang memiliki nilai moral kehidupan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, FIB UNAIR ingin menyajikan sesuatu yang lebih otentik dan dekat dengan budaya Indonesia. Oleh karena itu, dipilihlah elemen-elemen seperti buah-buahan, jamu, wayang, gamelan, tampah isi sayur, hingga dakon yang semuanya erat kaitannya dengan kehidupan di kampung.
Menurut salah satu penjaga booth, konsep ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati suasana kampung secara visual, tetapi juga merenungkan nilai- nilai kehidupan yang tersirat di dalamnya.
淜ami ingin membawa pengunjung merasakan kembali suasana kampung yang hangat dan masih kental dengan budayanya. Tidak hanya melihat elemen budaya di booth, tetapi juga memahami filosofi yang terkandung di dalamnya, ujar Fayza Mirzani.
Makna Filosofi dalam Setiap Elemen Budaya
Booth FIB UNAIR menghadirkan berbagai elemen budaya yang penuh makna. Buah-buahan seperti pisang, rambutan, dan pepaya memiliki nilai kehidupan yang mendalam. Filosofi ini menginspirasi manusia untuk hidup sederhana, bijaksana, dan memberi manfaat bagi semua.
Jamu tradisional seperti beras kencur, sinom, dan kunyit asem merepresentasikan fase kehidupan manusia melalui rasa yang beragam. Dari manis hingga pahit, filosifi ini menggambarkan dinamika hidup yang penuh tantangan, tetapi pada akhirnya kembali kepada kebahagiaan. Wayang dan gedebog pisang pun memiliki peranan penting dalam budaya. Gedebog pisang melambangkan bumi sebagai tempat berpijak dan sumber kehidupan serta mencerminkan keseimbangan antara manusia dan alam.
Sementara itu gamelan kecil tidak hanya sekedar alat musik, benda ini memiliki akronim G-A-M-E-L-A-N yang mengingatkan manusia untuk selalu mengingat Tuhan dan menjalankan ajaran-Nya. Tampah isi sayur pun memiliki makna mendalam. Tampah melambangkan kemampuan memilah yang baik dan buruk, sementara sayur di dalamnya mencerminkan kesederhanaan, kebersamaan, serta rasa syukur terhadap alam.
Selain itu permainan dakon atau congkak mengajarkan keseimbangan hidup melalui konsep memberi dan menerima. Lubang-lubang dakon melambangkan 7 hari dalam seminggu, mengajarkan bahwa keputusan hari ini mempengaruhi masa depan.
Interaksi Pengunjung
Salah satu daya tarik utama stan FIB adalah bagaimana pengunjung tertarik secara visual, lalu semakin antusias setelah memahami makna di balik setiap elemen. 淏anyak yang awalnya hanya tertarik karena tampilan dakon dan gamelan, tetapi setelah kami jelaskan filosofinya, pengunjung jadi lebih memahami makna dibalik benda tersebut, ujar Fayza Mirzani.
Penulisan nama dalam Aksara Jawa dan Katakana Jepang juga menjadi magnet bagi pengunjung. Banyak yang antusias melihat bagaimana nama mereka ditulis dalam dua sistem aksara tersebut, memperkaya pengalaman mereka di booth ini. 淏anyak juga yang tertarik dengan booth kami karena tersedia properti hidup yang bisa menulis nama dalam Aksara Jawa dan Katakana Jepang, tambahnya.
Dengan konsep yang unik dan kaya makna, FIB UNAIR berharap booth ini tidak hanya menjadi daya tarik di AEE 2025, tetapi juga memberikan wawasan baru kepada pengunjung tentang budaya Indonesia. 淜ami ingin yang datang di booth FIB tidak hanya tau tentang FIB UNAIR, tetapi juga memahami bahwa budaya itu bukan sekedar warisan, melainkan memiliki filosofi yang relevan dengan kehidupan saat ini, ucap Rava Adisty selaku penjaga booth.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education.
Penulis : Priska Dwita Aulia
Editor : Mohammad Adif Albarado




