Museum sebagai lembaga memiliki fungsi stategis dalam melestarikan dan merawat dan memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya kepada masyarakat luas. Koleksi yang tersimpan di dalamnya merekam perjalanan panjang sejarah manusia, mulai dari jejak kehidupan prasejarah, berkembangnya pengaruh Hindu Budha, masuknya Islam hingga terbentuknya identitas masyarakat modern yang terus berkembang. Setiap artefak bukan sekadar benda mati, melainkan saksi bisu yang menyimpan nilai-nilai kehidupan, kreatifitas dan dinamika masyarakat dari masa ke masa.
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan pameran museum pada tanggal 21- 23 Oktober bertema: 淟intas Masa Peradaban Bangsa di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, Jl Raya Boyolangu KM 4, Tulungagung. Pameran bertujuan untuk mengajak masyarakat menelusuri narasi panjang perjalanan sejarah, secara sistematis dan kontekstual. Museum Sejarah dan Budaya 51动漫 memamerkan koleksi-koleksi yang mencerminkan perjalanan lintas masa peradaban bangsa Indonesia seperti: Kapak Lonjong, Patung Terracotta Army dinasti Cina, Prasasti Tinulad (Gajahmada), Patung Sarasvati dan Airlangga, Silsilah Raja raja Mataram Hindu sampai mataram Islam, Beberapa Keris, Buku Geschdenis Netherland Indie Jilid IV, Buku Tream masa kolonial, Peta kota Lama Surabaya, Foto Mahasiswa Stovia, Foto Von Faber, Lampu lama, Mesin Ketik, Kamera Rollex, Camera Cannon QL, Proyektor Film Narimat, Proyektor Lama, Buku Di Bawah Bendera Revolusi, dan beberapa Majalah lama. Dalam ajang pameran ini para peserta pameran mendapat apresiasi Bupati memberikan alat music tifa, Stand Museum Sejarah dan Budaya UNAIR mendapat apresiasi Bupati dan jajaran, sekaligus mendapat kunjungan dan foto bersama Bupati.
Melaui koleksi yang dipamerkan, pengunjung dapat memahami bagaimana masyarakat prasejarah meninggalkan jejak sejarah seperti alat batu, gerabah dan sisa sisa kehidupan sehari hari, bagaimana kejayaan Hindu Budha-membentuk tinggalan berupa candi, arca, dan prasasti yang mencerminkan kemajuan seni dan spritualitasnya. Demikian pula bagaimana masuknya Islam membawa warna baru dalam bentuk tradisi keagamaan dan seni yang mempengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya. Pameran kali ini menampilkan artefak dari masa nirleka, masa kolonial dan modern untuk menunjukkan bagaimana dinamika sejarahnya telah membentuk karakter masyarakatnya.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat perubahan jaman secara terpisah, tetapi juga bisa memahami benang merah yang menyatukan seluruh perjalanan peradaban, sebagai bagian integral dari indentitas bangsa Indonesia. Melalui pendekatan lintas waktu, pameran museum kali ini pameran yang menghadirkan pengalaman belajar yang menarik sekaligus reflektif, memadukan edukasi dan apresiasi budaya. Pameran juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan peradaban yang telah melewati fase sejarah yang panjang. Juga untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya dan sejarah. Bagi generasi muda, agar mampu memandang masa lalu sebagai pijakan dalam menyongsong masa depan.
Pameran dibuka oleh Bupati Tulungagung Bp Gatot Sunu Wibowo. Hadir Sekda, Dinas Parporabud Para Camat dan Dinas pendidikan Tulungagung. Selama tiga hari berturut turut kegiatan pameran sangat ramai dikunjungi masyarakat, dan khususnya para siswa siswa SLTA di Kabupaten Tulungagung.
Penulis: Edy Budi Santoso




