Ahmad Rifai selaku Kepada Desa Dayu (paling kiri), Imam Gazi selaku ketua PPK (kiri tengah), Surya selaku anggota PPK (kanan tengah), Anugrah Hamdani selaku ketua BSO Pakarsajen (paling kanan), berfoto di lokasi pemberdayaan Desa Dayu
Penulis: Cane Rahayu | Editor: Ilma Arrafi Nafi’a
Badan Semi Otonom (BSO) Paguyuban Karawitan Sastra Jendra (Pakarsajen) 51动漫 berhasil lolos pendanaan PPK Ormawa 2023. Program unggulan yang diusung PPK Pakarsajen ini adalah pemberdayaan potensi yang ada di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, berupa kesenian Jaranan Mataraman dan inovasi olahan gula kelapa.
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa atau yang disingkat PPK Ormawa sendiri merupakan program penguatan melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh perguruan tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Menurut keterangan tim PPK Pakarsajen, judul 淒aya Dayu: Revitalisasi Kesenian Jaranan Mataraman berbasis Sosiokultural ini diambil setelah menimbang lokasi sasaran yakni Desa Dayu Kecamatan Nglegok, Blitar yang memiliki potensi khas berupa kesenian Jaranan Mataraman dan olahan gula kelapa.
Jaranan Mataraman yang dimiliki Desa Dayu ini memiliki nilai historis dan eksklusif. Nilai historis kesenian terkait dengan sejarah patriotisme Pangeran Diponegoro dalam melawan para penjajah, sedangkan nilai eksklusif yang dimaksud adalah nilai khas yang dimiliki Jaranan Mataraman yang berbeda dengan Jaranan biasanya. Perbedaan tersebut antara lain terwujud dalam format pertunjukannya yang mengilustrasikan patriotisme dalam Perang Jawa, koreografi dan busana tari yang tidak lazim ditemui di Jaranan pada umumnya, serta instrumen pengiring yang berbeda dari gamelan biasa.
Keunikan Jaranan Mataraman ini berbanding terbalik dengan kondisi yang tim PPK Pakarsajen temui di Desa Dayu. Di Desa Dayu pendokumentasian kesenian Jaranan Mataraman sebagai warisan budaya masih sangat minim. Selain itu, penggerak kesenian yang terwujud dalam sanggar-sanggar juga belum memiliki legalitas dan kelembagaan yang terstruktur. Latar belakang inilah yang menjadi salah satu alasan pemilihan desa Dayu dan potensi Jaranan Mataraman sebagai fokus intervensi utama.
Selain kesenian Jaranan Mataraman, program ini juga memiliki intervensi untuk mengembangkan potensi gula kelapa melalui berbagai bentuk produk inovasi. Produk inovasi yang menjadi canangan atau rencana PPK Pakarsajen adalah inovasi produk minuman cincau susu gula disingkat Cisula, kukis, serta lolipop gula kelapa.
Setelah pengumuman lolos pendanaan, pada Senin (26/6) lalu tim Pakarsajen melakukan survey ke lokasi. Rencananya program akan dilaksanakan sejak bulan Juli hingga Oktober 2023 mendatang. Ketua PPK, Imam Gazi mengatakan adanya program PPK diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill dan kemampuan memimpin.
淪elain itu harapannya juga Desa Dayu sebagai desa mitra bisa bekerjasama dengan kami dalam jangka waktu panjang agar tetap bisa melestarikan kesenian yang sudah ada. Tutupnya.
Capaian ini mendukung FIB dalam mewujudkan SDG’s Poin 4 Quality Education, Poin 11 Sustainable Cities and Communities, dan Poin 17 yakni Partnership for the goals.




