51动漫

51动漫 Official Website

Perempuan Melawan: Perjuangan Demi Kesejahteraan Puan

FIB NEWS – Kementerian Kajian Isu dan Aksi Strategis (KASTRAT) Badan Eksekutif Mahasiswa 51动漫 (BEM FIB UNAIR) gelar diskusi terbuka bertemakan 淓kofeminisme: Benang Merah Konstruksi Alam Dengan Kondisi Puan pada Jumat (11/10/2024), bertempat di Sawiji Books, Surabaya.

Diskusi terbuka ini merupakan sebuah program kerja baru dari Kementerian KASTRAT. Dalam pelaksanaannya, Perempuan Melawan turut menghadirkan dua pembicara berpengalaman, yaitu Lila Puspitaningrum dari WALHI Jawa Timur, serta ada pula Sarah Nanda, selaku Koordinator Komjen Perempuan, Anak, dan Keberagaman Gender AMNESTY UNAIR.

Berorientasi pada perempuan dan lingkungan, kegiatan ini turut sejalan dengan poin SDG ke-5, yaitu Gender Equality. Perempuan Melawan diharapkan dapat menjadi sebuah wadah untuk diskusi mendalam mengenai kondisi dan kesejahteraan perempuan. Karena sejatinya, perempuan pun memiliki hak untuk memperjuangkan dan menyuarakan perlawanan demi merealisasikan ruang aman dan kesetaraan yang terjamin.

Materi diawali dengan Lila Puspitaningrum yang menjelaskan secara singkat mengenai apa itu feminisme, keberagaman aliran dalam feminisme, dan bagaimana gerakan feminisme terbagi menjadi beberapa gelombang yang berawal pada tahun 1792. Lebih lanjut, Lila turut menjelaskan lebih detail mengenai Ekofeminisme dan kaitannya dengan industri Ekstraktivisme. Lila menerangkan bahwa kata kunci dari Ekofeminisme meliputi pengalaman perempuan dan kaitannya dengan alam.

淓kofeminisme berargumen bahwa dominasi terhadap perempuan dan perusakan lingkungan adalah konsekuensi dari sistem patriarki dan ekonomi yang kapitalis, jelas Lila.

淧oin utama dari Ekofeminisme adalah gender. Pendekatan Ekofeminisme digunakan untuk memahami bagaimana praktek pengambilan keputusan dan kombinasi kekuatan-kekuatan sosial, politik, budaya, ekologi, ekonomi, dll. Tentunya hal ini bisa kita lihat prakteknya dalam kehidupan sosial sehari-hari, termasuk dalam kebijakan negara kita. Apakah perihal ini hanya ditautkan sebagai pelengkap, atau memang dipikirkan secara mendalam, lanjut Lila kemudian.

Pada materi kedua, Sarah Nanda turut menjelaskan lebih jauh mengenai kaitan perempuan dan alam, terutama bagaimana konsep Ekofeminisme berkaitan erat dengan istilah 淚bu Pertiwi, yang menggambarkan alam sebagai perempuan yang memberi dan merawat kehidupan.

淓kofeminisme berpendapat bahwa penindasan terhadap perempuan dan eksploitasi alam saling terkait karena keduanya diperlakukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan dikendalikan oleh sistem patriarki, ucap Sarah. 

Dalam materi yang ia bawakan, Sarah turut menekankan bagaimana masyarakat masih seringkali menutup mata dan kurang menganggap pekerjaan-pekerjaan domestik yang dilakukan oleh perempuan, sama halnya dengan pekerjaan alam. Tidak jarang pula masyarakat mengatakan bahwa sifat konsumtif perempuan lah yang merusak alam. Namun, yang jarang orang lihat, sebenarnya bukan perempuan dan sifat konsumtifnya lah yang secara langsung merusak alam. Namun, para pemegang modal yang mendapatkan uang dengan menjual rasa ketidakamanan perempuan terhadap dirinya.

淜arena alam itu sama dengan perempuan. Alam juga hidup, dan tidak boleh dilihat sebagai alat produksi ekonomi semata, tutup Sarah.

Penulis: Audrey Itsnina Azzahra

AKSES CEPAT