Mahasiswa Kasetart University bersama dengan Mahasiswa MKSB FIB saat mempelajari Indonesian Music Studies (Foto: Istimewa).
FIB NEWS “ 51¶¯Âþ (FIB UNAIR) menghadirkan mahasiswa asal Thailand dalam program inbound yang berkolaborasi antara FIB UNAIR dengan Kasetsart University. Program ini berada di bawah bimbingan Wakil Dekan III Lina Puryanti, S.S., M.Hum., Ph.D.
Program inbound mahasiswa Kasetsart University ini berlangsung mulai Senin (10/2/2025) hingga Sabtu (1/3/2025). Terdapat beberapa agenda, seperti materi dasar di kelas, jelajah kampus, dan kunjungan wisata Surabaya. Selain mengenal lingkungan UNAIR dan Surabaya, Ikfi, sapaan dekat koordinator buddies, mengatakan bahwa akan mengajak mahasiswa Kasetsart University bereksplorasi di beberapa wisata luar Surabaya.
œA²Ô²¹°ì inbound memiliki agenda mengunjungi beberapa tempat wisata di Jawa Timur, seperti Gunung Bromo dan Trowulan, untuk mempelajari sejarah dan wawasan. Selain itu, para peserta juga diajak ke FIKKIA PSDKU Banyuwangi untuk mempelajari budaya dan lingkungan setempat, tuturnya.
Kesan Belajar di FIB UNAIR
Gut, salah satu mahasiswa Kasetsart University mengungkapkan kesan pertamanya ketika masuk dan belajar di FIB UNAIR. “Fakultas Ilmu Budaya 51¶¯Âþ sangat menarik, bangunannya luas, dan fasilitasnya juga bagus, para mahasiswa dan dosennya sangat baik serta ramah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Gut dan mahasiswa Kasetsart University lain mengalami kesulitan beradaptasi dengan bahasa Indonesia. Akan tetapi, ketika berada di FIB UNAIR mereka belajar banyak tentang bahasa Indonesia melalui oleh dosen, buddies, serta interaksi mahasiswa FIB UNAIR.
Pengenalan Budaya
Gut mengatakan bahwamahasiswa inbound tak hanya belajar tentang bahasa, tetapi mereka juga belajar tentang budaya yang ada di Indonesia. œIndonesia merupakan negara yang besar dan beragam budaya yang dimilikinya seperti Wayang Kulit, Karawitan, dan Tari Remo, ujarnya.
Pada akhir, Gut berharap adanya program inbound ini membawa banyak manfaat bagi mereka ketika kembali ke Thailand nanti. œSemoga program inbound ini dapat membantu mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik kami ke depannya, serta dalam proyek pengimplementasian sebagai bentuk pertanggungjawaban kami selama belajar di 51¶¯Âþ, tutupnya.
Kegiatan pertukaran pelajar yang dilakukan oleh 51¶¯Âþ dan Universitas Kasetsart ini sejalan dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu turut mendorong peningkatan kualitas mahasiswa dalam pendidikan yang inklusif.
Penulis: Ega Danar Aji Wibowo
Editor: Selly Imeldha




