51动漫

51动漫 Official Website

Pragmatik dan Etnolinguistik dalam Bahasa Kesenian Ludruk

FIB NEWS – Pada 23 Oktober 2024, , 51动漫 (FIB UNAIR), menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Memori Kolektif Masyarakat dalam Perspektif Linguistik: Pragmatik dan Etnolinguistik” di Ruang Siti Parwati. Seminar ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, dan peneliti yang tertarik pada kajian bahasa dan budaya.

Pragmatik dan Etnolinguistik dalam Representasi Bahasa Kesenian Ludruk Jawa Timur

Bahasa yang digunakan dalam kesenian tradisional seperti ludruk menjadi salah satu contoh nyata bagaimana memori kolektif masyarakat terekam dalam bahasa. Ludruk, sebagai salah satu seni pertunjukan khas Jawa Timur, menampilkan segmen-segmen bahasa yang kental dengan nilai budaya dan norma sosial. Bahasa yang digunakan di dalamnya, seperti parikan atau kidungan, mengandung unsur pragmatik dan etnolinguistik yang kuat, merefleksikan berbagai pesan sosial yang diinginkan oleh penutur atau pemain ludruk.

Parikan atau kidungan dalam ludruk memiliki ciri khas dalam struktur bahasa dan pola rima yang teratur, serta isi yang mencerminkan realitas sosial. Melalui bentuk komunikasi ini, aktor ludruk tidak hanya berinteraksi dengan penonton tetapi juga menyampaikan nasihat, kritik, dan hiburan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Parikan ini sering kali memuat pesan tentang isu-isu individu maupun sosial-budaya, merefleksikan pemikiran masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

Menjaga Keberlanjutan Kesenian Ludruk sebagai Memori Kolektif

Selain mempelajari bahasa, seminar ini juga menyoroti bagaimana kesenian ludruk dapat direvitalisasi untuk bertahan di tengah perubahan zaman. Sebagai warisan budaya yang dulunya menjadi media hiburan sekaligus sarana interaksi sosial, ludruk memiliki potensi untuk dipertahankan di komunitas-komunitas masyarakat. Dengan strategi pelestarian yang tepat, kesenian ludruk diharapkan dapat terus berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan refleksi nilai-nilai budaya.

Melalui seminar ini, Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FIB UNAIR tidak hanya berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya tetapi juga membuka kesempatan bagi akademisi dan masyarakat untuk memahami kekayaan linguistik dan budaya Indonesia secara lebih mendalam. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam mengkaji dan melestarikan kebudayaan lokal di masa mendatang.

Kegiatan seminar ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT