Lipres x Jagobahasa adakan workshop Master IELTS for Scholarship and Academic Dreams melalui zoom meeting pada Sabtu (26/10/2024).
FIB NEWS – BSO Lingkar Prestasi (Lipres) 51动漫 (FIB UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan diri mahasiswa, salah satunya melalui workshop persiapan IELTS. Workshop berlangsung melalui zoom meeting pada Sabtu (26/10/2024). Tak hanya diikuti oleh mahasiswa FIB, workshop ini berhasil menjaring ratusan peserta umum yang hadir.
Melalui inisiasi divisi Riset dan Keilmuan, untuk pertama kalinya, Lipres sukses menyelenggarakan acara kolaboratif dengan startup besar. Mengusung tema 淢aster IELTS for Scholarship and Academic Dreams, Muhimatul Khoiriyah, presiden Lipres FIB, menyambut positif atas kerja sama workshop di tahun ini. 淪enang banget, kita pertama kalinya melaksanakan kolaborasi antara BSO kampus dengan startup di kampung Inggris yang cukup ternama. ujar Hima, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, Hima berharap, anggota Lipres dapat mempelajari tentang korporat. Meskipun kolaborasi itu mengangkat seputar IELTS, namun Hima menganggap kerja sama korporat sangat menarik untuk diikuti berkaitan bidang pengembangan startup dan lembaga course.
Pentingnya IELTS
Dalam kesempatan itu, mengundang Yulinar Amalia, tutor spesialis IELTS di Jagobahasa. Miss Yulinar, sapaan akrabnya, berbagi tentang pentingnya kemampuan bahasa Inggris dalam berbagai aspek. 淪ertifikasi IELTS menjadi kebutuhan penting dalam memperluas peluang akademik, studi lanjut, beasiswa, maupun profesional karier, tutur Yulinar.
Alumnus Universitas Indonesia (UI) awardee LPDP itu juga mengulas strategi dan teknik menjawab soal, serta memberikan simulasi tes IELTS untuk mengasah keterampilan peserta. Peserta menerapkan praktik langsung dalam empat aspek IELTS, yaitu listening, reading, writing, dan speaking. 淪aat speaking, fokus perhatikan kata-kata yang penting. Sementara saat reading, gunakan teknik skimming dan scanning. Usahakan terapkan manajemen waktu 20 menit per halaman, ungkapnya.
Kebermanfaatan
Pada sesi tanya jawab, peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kendala pribadi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Zaura Jiavana Puspita Sumarno sebagai ketua pelaksana, mengaku senang acara dapat berlangsung interaktif dan mendapat respons positif. Ia berharap program ini terus berlanjut untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi bahasa Inggris yang lebih baik.
“Aku sangat antusias untuk workshop ini. Berhasil menjaring orang banyak dan dapat bermanfaat serta menaikkan engagement Lipres. Selain itu, IELTS tentu mempelajarinya membutuhkan banyak modal dan usaha, tesnya juga mahal. Maka dengan adanya kerja sama ini, kami membuat ruang workshop secara gratis bagi umum, ujarnya.
Menurut Zaura, pemilihan topik kelas Lipres tak serta merta. Sebab sepenuhnya disesuaikan kebutuhan peserta lewat pengadaan survei. Pada akhir, workshop interaktif itu ditutup dengan pemberian hadiah juga beasiswa belajar senilai 1 juta rupiah bagi peserta teraktif.
Kegiatan workshop IELTS ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah




