51动漫

51动漫 Official Website

Prodi Bahasa dan Sastra Jepang Gelar Kuliah Tamu Politik Jepang

FIB NEWS – Surabaya, 17 Maret 2025, 51动漫 (FIB UNAIR) sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Politik Jepang Modern dan Antusiasme Anak Muda. Acara yang berlangsung di Aula Siti Parwati ini menghadirkan Nakagome Kota, Wakil Konsul Informasi, Pendidikan, dan Kebudayaan dari Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, sebagai pembicara utama.

Kuliah tamu ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai sistem politik Jepang serta peran generasi muda dalam kehidupan politik di negeri tersebut. Acara ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang, yang menunjukkan minat tinggi dalam memahami dinamika politik dan sosial di Jepang.

Sistem Politik Jepang dan Peran Generasi Muda

Dalam paparannya, Nakagome Kota menjelaskan berbagai aspek politik Jepang, termasuk sistem pemerintahan, peran Perdana Menteri, serta mekanisme kerja Majelis Tinggi dan Majelis Rendah. Ia juga membahas bagaimana Undang-Undang Dasar Jepang, yang mulai berlaku pada tahun 1947, mengedepankan prinsip kedaulatan rakyat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan perdamaian dunia.

Salah satu poin menarik dalam kuliah ini adalah fakta bahwa anak-anak di Jepang sudah diperkenalkan dengan sistem politik sejak tingkat sekolah dasar. 淒i Jepang, siswa kelas enam SD sudah mampu menjawab pertanyaan seputar struktur politik negara mereka, ujar Nakagome. Hal ini mencerminkan pentingnya pendidikan politik sejak dini dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bernegara.

Selain itu, ia menyoroti perubahan kebijakan yang menurunkan batas usia pemilih dari 20 tahun menjadi 18 tahun sejak tahun 2016. Namun, partisipasi pemilih muda masih lebih rendah dibandingkan generasi yang lebih tua. Untuk meningkatkan keterlibatan mereka dalam politik, Jepang mulai menggalakkan pendidikan politik di sekolah, adanya calon walikota muda di beberapa daerah, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi politik.

Perbandingan Sistem Politik Jepang dan Indonesia

Dalam sesi diskusi, Nakagome menjelaskan beberapa perbedaan mendasar antara sistem politik Jepang dan Indonesia. Salah satu yang paling mencolok adalah cara pemilihan Perdana Menteri. 淒i Jepang, Perdana Menteri tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh anggota Majelis Rendah, jelasnya. Selain itu, kabinet Jepang memiliki wewenang untuk membubarkan Majelis Rendah apabila sudah tidak lagi mencerminkan kehendak rakyat.

Majelis Tinggi dan Majelis Rendah di Jepang juga memiliki perbedaan dalam wewenang, masa jabatan, serta mekanisme pemilihannya. 淢ajelis Rendah lebih mencerminkan suara rakyat karena dipilih langsung dalam pemilu, sementara Majelis Tinggi memiliki masa jabatan tetap untuk menjaga stabilitas pemerintahan, tambahnya.

Antusiasme Mahasiswa dalam Sesi Diskusi

Kuliah tamu ini semakin menarik dengan adanya sesi tanya jawab pada akhir acara. Sepanjang sesi tanya jawab, mahasiswa FIB UNAIR menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait politik dan budaya Jepang. Beberapa mahasiswa bahkan menggunakan bahasa Jepang dalam diskusi, yang mendapat apresiasi dari Nakagome. Mahasiswa yang hadir merasa mendapatkan wawasan baru mengenai politik Jepang dan relevansinya dengan kondisi sosial politik di Indonesia.

Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin termotivasi untuk memahami lebih dalam mengenai politik Jepang dan bagaimana sistem tersebut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Departemen Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang dapat memperluas wawasan mahasiswa dalam berbagai aspek budaya dan politik internasional. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT