Maruo Keijiro dan Syahrur Marta Dwisusilo PhD menandatangani PKS (Foto: Istimewa)
FIB NEWS “ , (FIB) 51¶¯Âþ (UNAIR) resmi memperluas jejaring mitra internasional melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Haneda Airport Service Group (HAS-G) pada Selasa (25/11/2025). Penandatanganan berlangsung di TRC Center Building Annex, Tokyo, dan dihadiri langsung oleh Dekan FIB UNAIR Syahrur Marta Dwisusilo, Ph.D., serta Nunuk Endah Srimulyani, Ph.D., selaku Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang.
Kedatangan delegasi UNAIR disambut hangat oleh Vice President HAS-G Maruo Keijiro serta Manager Takuro Minoura, yang tengah bertugas di kantor Heiwajima, Ota-ku. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis FIB UNAIR dalam memperkuat kemitraan global, khususnya di sektor Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) melalui program internship berskala internasional.
HAS-G dikenal sebagai perusahaan layanan darat untuk Bandara Haneda, salah satu bandara tersibuk di Jepang. Perusahaan ini menyediakan layanan ground handling seperti pengelolaan bagasi, penanganan pesawat, hingga operasional darat lainnya yang digunakan oleh berbagai maskapai besar, termasuk All Nippon Airways (ANA).
Buka Peluang Internship Internasional untuk Mahasiswa FIB UNAIR
Melalui kerja sama ini, enam mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang akan diberangkatkan ke Jepang pada Januari 2026 untuk mengikuti internship selama satu tahun di HAS-G. Dari delapan mahasiswa yang diajukan, keenam peserta terpilih berasal dari angkatan 2022 dan 2023 serta telah memenuhi seluruh persyaratan akademik maupun administratif.
Seleksi meliputi pemenuhan jumlah kredit kuliah, rekomendasi pembimbing, wawancara, pemeriksaan mental dan fisik, serta sertifikat kemampuan bahasa Jepang setara JLPT N3. Keenam mahasiswa tersebut akan memulai pengalaman profesional berskala internasional dan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi, disiplin kerja, serta wawasan industri aviasi modern.
Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai sistem kerja perusahaan Jepang yang terkenal dengan budaya kerja teliti, efektif, dan berorientasi pada layanan.
HAS-G Proyeksikan Internship Tahunan untuk Mahasiswa UNAIR
Dalam kesempatan tersebut, Maruo Keijiro menyampaikan bahwa HAS-G sebenarnya telah mempekerjakan satu alumni UNAIR melalui jalur non-internship. Namun, PKS kali ini menjadi tonggak baru untuk memperluas kolaborasi formal antara kedua institusi.
Melalui program internship internasional ini, Keijiro menekankan bahwa mahasiswa UNAIR akan mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia kerja profesional sekaligus evaluasi kinerja sebagai pertimbangan peluang kerja di masa depan. œJika para peserta menunjukkan performa yang baik, peluang untuk kembali bekerja di HAS-G tetap terbuka, ujarnya.
HAS-G juga menargetkan agar kerja sama ini dapat dijadikan program rutin setiap tahun, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa FIB UNAIR untuk meningkatkan keterampilan bahasa Jepang, etos kerja, dan pengalaman industri global.

Syahrur Marta Dwisusilo, Ph.D. dan Nunuk Endah Srimulyani, Ph.D. membahas pelaksanaan program internship serta proyeksi pengembangannya ke depan bersama Vice President HAS-G (Foto: Istimewa)
Harapan Kolaborasi Berkelanjutan
Dekan FIB UNAIR Syahrur Marta Dwisusilo, Ph.D., dan Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang Nunuk Endah Srimulyani, Ph.D., berharap kemitraan strategis ini dapat terus diperkuat. Keduanya menilai bahwa kerja sama dengan industri internasional seperti HAS-G merupakan langkah penting dalam meningkatkan relevansi kurikulum, kualitas lulusan, dan daya saing global mahasiswa FIB UNAIR.
Selain memperluas wawasan budaya dan bahasa, program internship ini juga mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki pasar kerja internasional yang semakin kompetitif. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka dapatkan selama studi di kelas ke dalam praktik langsung di industri aviasi Jepang.
Kerja sama ini menandai komitmen FIB UNAIR dalam memperluas kualitas pendidikan berbasis global dan membuka lebih banyak peluang profesional bagi mahasiswa Bahasa dan Sastra Jepang. Kerja sama ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu, MHum.




