51

51 Official Website

Prodi Ilmu Sejarah Adakan Pengmas di SMA 1 Kawung Surabaya

FIB NEWS 51 (FIB UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang inovatif. Pada 23 Januari 2025, Prodi Ilmu Sejarah menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Penggunaan Augmented Reality (AR) untuk Pembelajaran Sejarah di SMA 1 Kawung, Surabaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi AR sebagai metode pembelajaran yang interaktif dan menarik bagi siswa dalam memahami materi sejarah. Dalam kegiatan tersebut, para siswa dan guru tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak untuk mempraktikkan langsung penggunaan AR dalam visualisasi sejarah.

Visualisasi Sejarah sebagai Media Pembelajaran Modern

Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Eni Sugiarti, S.S., M.Hum., yang menekankan pentingnya visualisasi sejarah dalam dunia pendidikan. Eni menjelaskan bahwa visualisasi sejarah memungkinkan dokumentasi peristiwa sejarah ke dalam berbagai bentuk, seperti foto, grafik, atau film. Hal ini selaras dengan pandangan Robert Flaherty (1926) yang menyebutkan bahwa film dokumenter merupakan perlakuan kreatif terhadap kenyataan.

Visualisasi sejarah tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga mampu mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas siswa. jelas Eni.

Karya Sejarah dalam Bentuk Kreatif

Selain historiografi atau penulisan sejarah, visualisasi sejarah juga dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk karya kreatif, seperti film dokumenter, video pendek, infografis, komik, dan gambar. Eni mencontohkan beberapa acara televisi yang mengangkat sejarah, seperti Riwayatmoe Doeloe di TV One dan Metro X Files di Metro TV.

Namun, dalam menghasilkan karya sejarah yang berkualitas, terdapat tahapan metode yang harus dilalui, yaitu heuristik (penelusuran sumber), kritik (penilaian kredibilitas sumber), interpretasi (penyusunan narasi), dan historiografi (penulisan sejarah).

Sumber Sejarah yang Beragam

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai berbagai jenis sumber sejarah, baik tertulis maupun tidak tertulis. Sumber tertulis meliputi dokumen resmi dan surat-surat, sementara sumber tidak tertulis mencakup artefak seperti foto, rekaman audio-visual, bangunan, dan benda-benda peninggalan manusia lainnya.

Praktik Langsung Penggunaan AR

Sebagai bagian dari kegiatan, para peserta diberi kesempatan untuk mencoba langsung penggunaan teknologi AR. Dengan teknologi ini, siswa dapat melihat visualisasi sejarah yang lebih hidup dan mendalam, yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi sejarah.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Prodi Ilmu Sejarah FIB UNAIR berharap dapat mendorong inovasi dalam pembelajaran sejarah dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa. Dengan memanfaatkan teknologi modern seperti AR, pembelajaran sejarah dapat menjadi lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.

AKSES CEPAT