51动漫

51动漫 Official Website

Rekam Jejak Sejarah di Museum MPU Tantular

Bahasa dan Sastra Indonesia adakan praktik kuliah lapangan mata kuliah Kodikologi di Museum MPU Tantular

Sumber foto: Tim Dokumentasi PKL Kodikologi 2024

FIB NEWS – Dalam rangka memperdalam pemahaman tentang ilmu naskah kuno, mahasiswa angkatan 2023, , 51动漫 (FIB UNAIR) melaksanakan praktik kuliah lapangan di Museum MPU Tantular, Sidoarjo, pada Rabu (20/11/2024). Kegiatan yang mengangkat tema “Merekam Sejarah untuk Masa Depan” ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang pentingnya pelestarian naskah kuno sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di aula Fon Faber, museum MPU Tantular. Ketua pelaksana, Mohammad Adif Albarado, membuka acara dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. 

“Dengan memahami bagaimana merekam dan menjaga naskah kuno, kita tidak hanya menjaga sejarah, tetapi juga memberikan jembatan bagi generasi masa depan untuk memahami peradaban,” ungkapnya.

Setelah sambutan dari Ketua Pelaksana, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari dosen penanggung jawab mata kuliah kodikologi, Dr. Abimardha, S.Hum., M.A. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini dalam menunjang pembelajaran teoritis di kelas. “Melalui praktik langsung, mahasiswa dapat memahami seluk-beluk kodikologi, mulai dari struktur fisik naskah hingga konteks sejarah yang melekat di dalamnya,” ujar Abimardha.

Kepala Museum MPU Tantular, Bapak Sadari, turut memberikan sambutan hangat kepada para peserta. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif akademik yang dianggap mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah.

Sebagai pemateri utama, Agustin Ariani atau yang akrab dikenal dengan Bu Ani, seorang filolog di Museum MPU Tantular, memaparkan materi tentang ilmu-ilmu dasar kodikologi, mulai dari definisi, tujuan, hingga sejarah-sejarah dari beberapa naskah kuno. 

“Setiap naskah adalah potongan sejarah yang memiliki ceritanya sendiri. Tugas kita adalah menjaga, mengidentifikasi, dan memahami pesan-pesan tersebut agar tidak hilang ditelan waktu,” jelas Bu Ani.

Usai sesi materi, peserta langsung melakukan praktik identifikasi naskah di aula Fon Faber. Dengan dipandu langsung oleh Bu Ani, mahasiswa mempelajari bagaimana mengenali ciri fisik naskah, seperti bahan penulisan, jenis aksara, dan kondisinya. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk melihat beberapa naskah asli koleksi museum yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai galeri yang ada di Museum MPU Tantular. Dalam sesi ini, mahasiswa diajak untuk melihat lebih dekat koleksi museum, termasuk artefak sejarah dan budaya yang berasal dari berbagai era, mulai dari koleksi geologika, biologika, etnografika, hingga teknologika. Kegiatan praktik kuliah lapangan ini diakhiri dengan sesi ishoma dan foro bersama yang dipandu oleh dosen pengampu. 

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya serta mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam pelestarian sejarah. Museum MPU Tantular pun menjadi saksi bagaimana generasi muda terus berupaya menjaga jejak sejarah sebagai warisan yang tak ternilai.

Penulis: Indhy Maulvie Achmayna Zulmi

AKSES CEPAT