Surabaya, 4-6 Juli 2024 – 51动漫 dengan bangga menyelenggarakan “International Summer Courses 2024” yang bertema “Culture, History, and Local Society”. Program ini menarik partisipasi dari berbagai negara seperti Rusia, Palestina, Yaman, Nigeria, Afghanistan, Mesir, Thailand, Aljazair, Tajikistan, dan Timor Leste. Acara ini menjadi wadah penting untuk mengeksplorasi sejarah Surabaya serta budaya urban dan tradisional yang khas di kota ini.
Budaya Urban Surabaya
Salah satu sesi materi utama dalam acara ini dibawakan oleh Probo Darono Yakti, M.Hub.Int., seorang dosen Hubungan Internasional yang juga dikenal sebagai aktivis budaya. Dalam paparannya, Probo membahas mengenai definisi dan relevansi budaya urban. Budaya urban merujuk pada karakteristik budaya yang berkembang di kota-kota, mencakup pola perilaku, tradisi, dan kepercayaan yang ada dalam lingkungan urban.
Menurut Probo, budaya urban mencakup cara hidup, sikap, nilai-nilai, dan pola perilaku yang umum di kota-kota. Hal ini termasuk berbagai praktik sosial, ekspresi seni, dan aktivitas komunal yang biasanya ditemukan di daerah perkotaan. Probo juga menekankan bahwa budaya urban merupakan subjek yang luas dan interdisipliner, melibatkan berbagai diskusi dan debat.
Keberagaman dan Dinamika Surabaya
Surabaya dikenal sebagai kota dengan keberagaman etnis, agama, dan budaya. Keberagaman ini tercermin dalam berbagai festival, kuliner, dan kehidupan sehari-hari. Kota ini merupakan rumah bagi berbagai kelompok etnis seperti Jawa, Madura, Arab, Tionghoa, Melayu, dan lainnya. Mereka hidup berdampingan tanpa harus menghilangkan identitas budaya masing-masing, menciptakan identitas khas Surabaya.
Surabaya juga dikenal dengan karakteristik penduduknya yang terdiri dari banyak migran. Tidak ada yang berhak mengklaim sebagai penduduk asli Surabaya, karena kota ini diperkaya oleh elemen budaya dari berbagai latar belakang. Salah satu contoh unik adalah dialek Pabean dalam bahasa Jawa yang merupakan campuran kata-kata Jawa dengan pengucapan Tionghoa.
Tantangan dan Perubahan di Surabaya
Probo Darono Yakti juga membahas tantangan yang dihadapi Surabaya dalam menjaga warisan budayanya di tengah modernisasi. Proyek revitalisasi kawasan kota lama sering kali mengorbankan warisan budaya lokal. Menurut Probo, penting bagi pemerintah kota untuk melibatkan semua pihak dalam perencanaan kota, memastikan bahwa suara masyarakat didengar dan dipertimbangkan.
Surabaya Cultural Odyssey
Probo memperkenalkan platform “Surabaya Cultural Odyssey” yang bertujuan untuk membantu mahasiswa asing merasakan dan menjadi bagian dari aktivitas budaya di Surabaya. Platform ini didedikasikan untuk mengembangkan kesadaran dan pemahaman tentang prinsip-prinsip sosial budaya universal. Lebih dari 30 studio seni dan kelompok siap berkolaborasi dalam program ini.
Melalui “International Summer Courses 2024”, diharapkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Surabaya semakin berkembang. Dengan demikian, identitas kota ini akan semakin kuat dan inklusif, siap menghadapi masa depan yang lebih baik.
Kesimpulan
Pelestarian budaya urban bukan hanya tentang menjaga masa lalu, tetapi juga membangun identitas masa depan yang kuat dan inklusif. Peran penting akademisi, pemerintah, dan komunitas dalam melestarikan dan merayakan warisan budaya Surabaya sangatlah krusial. Melalui proyek seperti Cultural Odyssey, diharapkan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Surabaya dapat ditingkatkan, memperkuat identitas kota untuk masa depan.
Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan budaya antarbangsa, menciptakan Surabaya yang lebih inklusif dan beragam.




