Dokumentasi Leilani dan tim saat proses penyusunan artikel ilmiah di lingkungan FIB UNAIR (Foto: Dok. Narasumber)
FIB NEWS “ Enam mahasiswa 51¶¯Âþ (FIB UNAIR), yakni Chesta Leilani, Diah Ayu Wilujeng, Fadhilah Suci Kuntari, Jimmi Saputra, Puja Anggita Alvianida, dan Ahmad Ubaidillah Sukron Naim berhasil mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian mereka dalam prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (SENANDIKA BAHTRA) II yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo Madura. Prosiding tersebut telah terindeks Google Scholar. Hal ini menandakan adanya pengakuan akademik terhadap kualitas dan kontribusi penelitian yang dihasilkan.
Karya ilmiah tersebut disusun dalam kurun waktu empat bulan, sejak bulan September hingga Desember 2025. Artikel akhirnya berhasil dipublikasikan dalam Lestari: Jurnal Bahasa dan Sastra Volume 03 Nomor 04 pada Sabtu (31/1/2026). Penelitian yang diangkat membahas perbandingan penggunaan emoji antara Generasi Z dan Milenial dalam komunikasi digital.
Tema yang Diangkat
Penelitian ini berawal dari kesadaran para anggota tim dalam aktivitas percakapan digital. Emoji yang kerap digunakan sebagai pelengkap pesan ternyata memiliki kecenderungan makna yang berbeda antar generasi. Secara lebih spesifik yang menjadi fokus penelitian adalah Generasi Z dan Milenial.
Kepada Humas Muda pada Jumat (20/2/2026), Chesta Leilani sebagai ketua tim mengatakan alasan ia dan tim memilih tema penggunaan emoji. œKami sadar saat chatting melalui aplikasi media sosial, ternyata secara tidak langsung Generasi Z dan Milenial memiliki pandangan berbeda tentang penggunaan emoji, tuturnya.
Pada awalnya penelitian ini dikhususkan untuk angkatan 2024 yang terdiri atas Chesta Leilani, Diah Ayu Wilujeng, Fadhilah Suci Kuntari, Jimmi Saputra. Namun, Leilani kemudian menerima tawaran dari Nuri Hermawan, S. Hum, M. Hum. untuk bersinergi dengan angkatan 2025, yakni Puja Anggita Alvianida dan Ahmad Ubaidillah Sukron Naim.
Peran Dosen Pembimbing
Sebagai tim yang baru pertama kali memasuki dunia publikasi ilmiah, mereka awalnya sempat merasa ragu sehingga kehadiran dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam perjalanan tersebut.
œTentu ada, karena kami berenam sama-sama baru melangkah (dalam menulis jurnal). Ada Bapak Nuri Hermawan, S.Hum., M.Hum., selaku dosen pembimbing yang mendampingi kami. Bahkan informasi mengenai prosiding ini (SENANDIKA BAHTRA II) kami dapatkan melalui beliau, jawabnya.

Tampilan artikel karya Leilani dan tim yang telah dipublikasikan dan terindeks di Google Scholar. (Foto: Dok. Narasumber)
Kesan dan Pesan
Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi Leilani dan tim, terutama untuk membangun rasa percaya diri dalam menulis karya ilmiah. Awalnya, Leilani dan tim mengaku takut karena belum berpengalaman menulis dan memublikasikan artikel ilmiah. Namun, kekompakan tim dan dukungan dosen pembimbing menumbuhkan keyakinan diri mereka.
œDua kata, jangan takut. Keluarlah dari zona nyaman karena banyak yang bisa dieksplorasi, termasuk publikasi. Cobalah untuk percaya diri dengan ide dan karya tulismu. Jika tidak mengerti dan masih bingung mulai dari mana, Fakultas Ilmu Budaya selalu membuka ruang diskusi seluas-luasnya selama ingin berusaha tutup Leilani.
Keberhasilan Leilani dan timnya dalam memublikasikan artikel ilmiah dan sukses menembus Google Scholar ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yakni Quality Education.
Penulis: Aega Ridho Fatra Setiawan
Editor: Gustyosih Chesta Pramesti




