Dr. Daron saat pemaparan materi seminar nasional Multiculturalism dan Education di Ruang Siti Parwati, FIB, UNAIR. (Sumber: Dok. Panitia)
FIB NEWS – Program Studi (HIMA MKSB) 51 mengadakan seminar nasional “Multiculturalism and Education” pada Sabtu (5/10/2024) di Ruang Siti Parwati, Gedung Fakultas Ilmu Budaya, UNAIR. Seminar ini merupakan puncak acara dari joint class bersama Universiti Malaysia Sabah (UMS).
Dr. Daron Benjamin Loo dari (UMS) hadir sebagai pemateri pertama pada seminar tersebut. Ia membawakan materi mengenai “Supporting the Intersection of Language and Culture”. Materi yang dipaparkan oleh Dr. Daron secara garis besar mengenai peran penting internet dalam perkembangan budaya dan bahasa.
Forum Diskusi Online Lowyat
Dr. Daron mengungkap internet merupakan forum diskusi online yang paling produktif. Dalam internet, masyarakat dapat berdiskusi dengan sesamanya tanpa batasan waktu dan jarak. Dengan hadirnya internet masyarakat juga dapat belajar hal-hal baru.
“Saat ini banyak forum online yang digunakan orang-orang untuk berbagi apa yang dipikirkan. Pada forum itu terdapat banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain untuk bertukar pendapat,” ujarnya.
Salah satu forum diskusi online yang saat ini sering digunakan oleh masyarakat Malaysia adalah Lowyat. Forum tersebut terpakai untuk mendiskusikan isu-isu sosial yang tengah hangat. Berdiskusi menggunakan Lowyat tanpa memerlukan registrasi, sehingga pengguna dapat menyembunyikan identitasnya atau anonim. Hal ini menguntungkan beberapa individu yang tidak menyukai namanya tersebar pada publik.
“Lowyat dibuat pada tahun 2002 yang digunakan untuk mempromosikan produk komputer. Saat ini mereka (pada forum itu) tidak hanya mendiskusikan jual beli komputer melainkan mendiskusikan semua hal. Tercatat pada maret lalu, terdapat 590.000 topik yang dibicarakan,” jelasnya.
Ungkap Makna Kata Amoi
Topik yang akhir-akhir ini dibicarakan di Lowyat adalah kata A(h)moi atau A(h)moy. Setelah banyaknya diskusi yang dilakukan pada forum itu, terungkap bahwa kata tersebut memiliki beragam makna. Umumnya, kata tersebut merujuk pada wanita yang berasal dari etnis Tiongkok, tetapi kini interpretasi A(h)moi atau A(h)moy tergantung pada bagaimana suatu daerah dan kelompok mengartikan kata tersebut.
Kٲ A(h)moy atau A(h)moi ini hanya salah satu contoh keragaman bahasa yang ada di dunia, masih banyak ragam bahasa lainnya yang dapat dicari, pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Lady Khairunnisa Adiyani




