FIB News – Pada 18 September 2024, 51动漫 (FIB UNAIR) sukses menggelar seminar nasional bertajuk “Language and Machine Learning: Its Application and Challenges” di Ruang Siti Parwati. Seminar ini menjadi ajang diskusi yang menarik karena peserta diajak langsung mempraktikkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam bidang linguistik, terutama untuk mempermudah pekerjaan ahli bahasa di era digital.
Salah satu pembicara utama, Prayitno, S.ST., M.T., Ph.D., yang merupakan Sekretaris Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang, membawakan materi tentang penerapan Generative AI (GenAI) dalam linguistik terapan. Sebagai seorang akademisi dengan latar belakang pendidikan dalam bidang informatika dan teknik media digital dari ITS, ITB, dan Asia University Taiwan, Prayitno memaparkan pentingnya pemahaman dan penerapan AI dalam dunia pendidikan dan penelitian bahasa.
Dalam presentasinya, Prayitno menjelaskan bahwa teknologi GenAI, termasuk platform seperti ChatGPT, Gemini, dan Llama, memberikan berbagai manfaat dalam menciptakan data baru dalam bentuk teks, gambar, dan video. Teknologi ini dianggap revolusioner, terutama dalam linguistik terapan, karena dapat membantu menghasilkan terjemahan otomatis, analisis bahasa, hingga simulasi percakapan yang sangat mirip dengan interaksi manusia.
Selain memberikan wawasan teoritis, seminar ini juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap tantangan etika dan akademik terkait penggunaan GenAI. Beberapa universitas telah menerapkan larangan tegas terkait penggunaan AI dalam penyusunan tugas dan ujian, karena dikhawatirkan dapat merusak integritas akademik. Meski demikian, AI juga membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan efisiensi penelitian.
Prayitno juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan keterampilan menggunakan perangkat lunak berbasis AI seperti Orange, yang dapat digunakan untuk menganalisis data melalui antarmuka visual yang mudah digunakan. Dengan teknologi ini, peserta seminar diharapkan mampu lebih memahami cara kerja AI dalam mendukung penelitian dan pengajaran di bidang linguistik.
Seminar ini memberikan wawasan baru bagi para akademisi dan praktisi linguistik mengenai bagaimana kecerdasan buatan, khususnya Generative AI, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan. Kegiatan seminar ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.




