FIB NEWS – 51动漫 (FIB UNAIR) dibersamai oleh Balai Pemelihara Kebudayaan sukses selenggarakan seminar nasional hari kedua bertajuk Wilwatikta Acarita pada Selasa, 3 Desember 2024 di ASEEC Tower Lantai 5. Rakai Hino Galeswang, salah satu pembicara dalam acara seminar tersebut memaparkan materinya mengenai sejarah dari Majapahit.
Rakai memulai pemaparannya dengan mengenalkan kata Majapahit yang berasal dari buah maja yang memiliki rasa pahit. Ia menambahkan ada beberapa jenis buah maja yang tidak terasa pahit. 淭idak semua buah maja rasanya pahit, ada majalegi yang terasa manis, ada juga majalangu yang rasanya langu, imbuhnya.
Ia juga menunjukkan perbedaan buah maja dengan buah berenuk, karena masih banyak yang belum bisa membedakan kedua buah tersebut. Berdasarkan ukuran, buah maja cenderung lebih kecil daripada buah berenuk. 淧adahal dari teksturnya saja sudah berbeda, daunnya juga beda. Selain itu buah maja menggerombol, sedangkan berenuk tidak, satu-satu seperti jeruk bali, tuturnya sambil menunjukkan detail dari kedua buah tersebut kepada para partisipan.
Rakai menguraikan asal mula majapahit berdasar pada dua sastra dan dua prasasti sebagai bahan acuan penentuan kapan penobatan raja pertama di Kerajaan Majapahit, Sri Kertarajasa Jayawardhana, serta beberapa teks Jawa Kuno dan prasasti lainnya sebagai pembukti periodisasi penamaan Majapahit.
Mengutip pada Kidung Harsya Wijaya, Rakai menyebutkan penobatan Sri Kertarajasa Jayawardhana dilantaskan pada 15 Kartika 1215 atau 15 November 1293. Sementara itu, bersumber dari catatan Ike Mese, tahun penobatan raja pertama kerajaan Majapahit tersebut tertulis pada 1293. 淢erekonstruksi sejarah bermasa klasik memanglah harus bersumber dari banyak data, tuturnya.
Melalui bukti primer, Rakai membawa Prasasti Camundi yang menyebutkan 14 Kresnapaksa bulan Caitra 1214 yang bertepatan dengan 17 April 1292. Ia juga mengajukan Prasasti Kudadu yang menyebutkan 5 Kresnapaksa bulan Bhadrawada 1216 atau 11 September 1294.
淏eberapa senior saya mengajukan tanggal penobatan Sri Kertarajasa Jayawardhana, dan saya menghormati mereka. Tetapi saya menawarkan 15 November 1293 sebagai hari ulang tahun Majapahit berdasarkan perhitungan dari beberapa data yang saya sebut tadi, pungkasnya.
Beralih pada prasasti sebagai bukti primer dalam periodisasi penamaan Majapahit, Rakai membawa Prasasti Tuhanaru, Prapanca Sapura, dan Waringin Pitu yang menyebut kata Majapahit. Dalam prasasti lain, kata Majapahit juga ditulis namun dengan sebutan lain, yaitu Wilatikta dalam Prasasti Pabanolan, dan Wilwatikta dalam Prasasti Trailokyapuri.
Dalam teks Jawa Kuno, kata Majapahit juga ditulis dalam kata lain. Beberapa diantaranya adalah Mahospahit dan Majalange pada Kidung Panji Wijayakrama, Majarasmi pada Kidung Harsya Wijaya, Wilwatikta pada Kakawin Sutasoma, Wilatikta pada Ramayana, dan Tiktawilwa pada Negarakertagama.
淜ebetulan nama acara ini ada kata Wilwatikta, padahal dalam pemeringkatan penyebutan nama Majapahit, Wilwatikta berada di peringkat ke-empat. Tapi bukan masalah, mau pakai yang mana saja artinya sama, Majapahit, tandasnya.
Acara Seminar Nasional ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Tarisha Faradis




