Ahmad Taqiyuddinazzam Zami sebagai Pemeran Iskandar (paling kiri), Muhammad Jibril sebagai Sutradara (kiri tengah), Dini Wardani sebagai host (kanan tengah), Suci Madalena sebagai pemeran Ani (paling kanan) berfoto di Kantor RRI Surabaya
Penulis: Cane Rahayu | Editor: Ilma Arrafi Nafi檃
Sabtu (10/6), sutradara bersama dua pemain Dramaturgi XVIII bertandang ke . Dengan tajuk acara Tanjung Perak Pagi 淟ontong Balap, Dini Wardani sebagai host memimpin acara dan memperkenalkan tim Dramaturgi XVIII yang telah hadir yakni Muhammad Jibril sebagai sutradara Dramaturgi XVIII, Suci Madalena sebagai aktris utama (Pemeran Ani), dan Ahmad Taqiyuddinazzam Zami sebagai lawan main utama (Pemeran Iskandar).
Dengan mengangkat topik 淓tika Bermain Peran Dramaturgi, acara dimulai sejak pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB. Acara ini selain disiarkan secara langsung melalui platform resmi RRI Surabaya, juga disiarkan secara langsung oleh official Instagram Dramaturgi dengan username @dramaturgi_xvii.
Bertandangnya Dramaturgi XVIII ke RRI ini menjadi salah satu agenda menuju puncak pementasan Dramaturgi di Gedung Cak Durasim, Jalan Genteng Kali no 85, Surabaya yang direncanakan akan terlaksana pada Senin , 19 Juni mendatang pukul 18.00 WIB sampai dengan selesai.
Dramaturgi sendiri merupakan salah satu mata kuliah di dengan project akhir berupa pementasan teater yang telah ada dari tahun ke tahun. Tahun ini pementasan dilaksanakan secara offline setelah tahun sebelumnya dilaksanakan secara online karena pandemi.
Dramaturgi XVIII mengusung naskah 淏unga Rumah Makan Karya Utuy Tatang Sontani. yang berkisah tentang perjalanan hidup Ani, seorang pelayanan rumah makan dalam mencari cinta sejatinya. Genre naskah ini akan dibawa ke arah komedi romantis, dengan menekankan beberapa poin penting, di antaranya kritik praktik objektivitas terhadap perempuan.
Muhammad Jibril, Sutradara Dramaturgi XVIII berharap semoga pementasan yang tinggal menunggu hitungan hari ini bisa berjalan lancar dan sukses, 淪emoga tidak ada halangan yang berarti, sukseslah intinya pungkasnya.
Pementasan dramaturgi ini turut mendukung FIB dalam mewujudkan SDG檚 poin 4 yakni Quality Education.




