FIB NEWS Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, (FIB) 51 (UNAIR) menggelar talkshow yang bertajuk EDSA TALKSHOW : Student Exchange. Kegiatan tersebut sukses terselenggarakan pada Minggu (12/10/2025) di ruang Herodotus, Gedung FIB UNAIR.
Talkshow ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu Annisa Ahmad, Penerima DiscoverNUS Exchange Program 2024 di Universitas Nasional Singapura dan Muhammad Rafly Andhika Putra, Penerima Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2024 di Universitas Granada, Spanyol.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Annisa mengawali kisahnya dengan menceritakan perubahan besar yang dialaminya sejak masuk kuliah. Ia menceritakan pada masa SMA dirinya jarang mengikuti organisasi. Namun, semenjak kuliah, Annisa mulai berani keluar dari zona nyaman dengan mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan. Mulai dari HIMA, BEM fakultas, hingga BEM universitas.
Dulu aku jarang ikut organisasi saat SMA, tapi sejak kuliah aku memilih untuk keluar dari zona nyaman dengan ikut organisasi kemahasiswaan. Dari organisasi itulah aku dipertemukan dengan kesempatan untuk student exchange, ujarnya.
Annisa turut berbagi pengalaman dan pelajaran hidup yang ia dapat selama pertukaran pelajar di Singapura. Ia berkesempatan bertemu dengan banyak mahasiswa dari berbagai negara. Menurutnya, bertemu dengan orang-orang baru memberinya pandangan yang lebih luas mengenai hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
Mereka membuka mataku dari perspektif yang berbeda pada segala hal. Aku belajar banyak dan sering bertukar pikiran dengan mereka, jelasnya.
Annisa turut mengungkapkan bahwa pertukaran pelajar ini merupakan pengalaman terbaik yang pernah ia jalani. Kesempatan ini memberinya jalan untuk melihat dunia melalui kacamata yang lebih luas.
Dari Gap Year ke Granada
Selanjutnya, Rafly memulai kisahnya dengan mengenang masa awal perkuliahan yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia bercerita bahwa sebelum diterima di 51, dirinya sempat menjalani masa gap year yang membuatnya merasa kecewa dan tertinggal dari teman-temannya. Namun, pengalaman itu justru menumbuhkan semangat baru untuk lebih serius dalam menempuh pendidikan.
Selain fokus di akademik, aku juga ingin menambah pengalaman baru di hal lain salah satunya student exchange. Oleh karena itu, saat ada kesempatan aku berani mencoba, jelasnya.
Kemudian, Rafly juga menjelaskan empat hal penting yang menurutnya menjadi kunci untuk lolos program pertukaran pelajar, yaitu esai, wawancara, English proficiency test dan CV. Ia menekankan bahwa esai memiliki peran paling besar dalam proses seleksi.
Esai adalah kunci seberapa layak kalian masuk di kampus itu. Esai adalah cerminan diri kalian yang nantinya akan ditanyakan saat wawancara. Maka dari itu, tulis sesuai diri pribadi, hati dan segala usaha kalian pada esai tersebut, tuturnya.
Sebagai penutup sesi talkshow, Annisa dan Rafly kompak menyampaikan pesan penuh semangat bagi mahasiswa yang ingin mencoba kesempatan student exchange. Keduanya menegaskan pentingnya keberanian untuk mengambil peluang dan tidak ragu keluar dari zona nyaman.
Penulis: Pudja Safana Dwi Putri
Editor: Nadia Azahrah Putri




