Surabaya, Departemen Protodonsia 51 (UNAIR) baru saja melakukan bakti sosial di Kecamatan Trawas, Mojokerto pada Jumat (27/7/2023) lalu. Kegiatan itu bertajuk Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Akibat Gigi Hilang Pada Rongga Mulut.
Dosen FKG UNAIR Imam Safari Azhar, drg., M.Kes selaku ketua panitia menuturkan, tahun ini pengmas menyasar masyarakat Desa Ketapanrame yang merupakan Desa Binaan FKG. Pihaknya memberikan edukasi mengenai akibat dari kehilangan gigi dan jenis-jenis gigi tiruan.
Kami undang warga untuk ikut sosialisasi. Lalu memberikan pre-test sebagai tolak ukur pemahaman masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut khususnya pada bidang gigi tiruan. Terakhir diberikan post-test. Salah satu pematerinya ada drg Nuraini yang merupakan asisten dosen di Prostodensia FKG UNAIR beliau saat ini juga sebagai residen, ungkap drg Azhar yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Dokter Gigi Azhar menjelaskan, kondisi kehilangan gigi pada orang dewasa secara umum, menyebabkan gigi sekitarnya bergerak. Pergerakan gigi itu pasti akan mengakibatkan kerusakan yang berkelanjutan apabila tidak segera dilanjuti. Penggantian gigi dengan gigi tiruan mampu mencegah kerusakan lebih lanjut pada sistem stomatognati.
Ia melanjutkan, dengan adanya program ini, harapannya masyarakat sadar bahwa tidak dengan gampang memiliih perawatan kehilangan gigi tapi tidak tahu risikonya. Untuk masyarakat yang terlanjur kehilangan gigi, masyarakat sadar bahwa harus dilakukan penggantian gigi tiruan dan mengetahui jenis-jenisnya.
Setelah mereka paham kondisi perbaikan gigi, kami berharap kualitas hidup meningkat, produktivitas meningkat, tentunya bisa meningkatkan kualitas kerja dan pendapatan dalam sehari-hari, ungkapnya.
Kegiatan pengmas kali ini berupa penyuluhan kepada anak-anak SD di dua desa. Besok, imbuhnya, pihaknya bersama panitia Dentistry Charity bakal berikan sejumlah tindakan perawatan gratsi. Berupa pembersihan karang serta penambalan dan pencabutan sederhana.
Agenda tersebut dapat berjalan lancar atas Kerjasama dengan Puskesmas Trawas, Camat Trawas, Kapolsek Trawas, Danramil Trawas, hingga PDGI Mojokerto. Tercatat, sekitar 80 warga hadir mayoritas usia 30 tahun. (*) (err)




