NERS NEWS – Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori adalah upaya menstimulasi daya ingat agar memberi respons yang adekuat. TAK stimulasi sensori dilakukan dengan memberikan stimulus tertentu kepada klien yang sudah mengalami penurunan daya ingat (Keliat & Akemat, 2005).
Terapi Okupasi atau terapi kerja adalah salah satu jenis terapi kesehatan yang merupakan proses penyembuhan melalui aktivitas. Aktivitas yang dikerjakan tidak hanya sekedar membuat sibuk klien, melainkan aktivitas fungsional yang mengandung efek terapeutik dan bermanfaat bagi klien. Terapi okupasi ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu luang dan meningkatkan produktivitas, misalnya dengan membuat atau menghasilkan karya dari bahan yang telah disediakan (Muhaj, K, 2014). Terapi ini bermanfaat untuk pasien agar dapat melepaskan emosi, mengekspresikan diri, mengurangi stress, media untuk membangun komunikasi dan meningkatkan aktivitas pada pasien. Selain itu, juga dapat menumbuhkan minat dan potensi lansia dalam mengembangkan bakat, menstimulasi fungsi kerja otak, dan melatih kemampuan kognitif lansia.
Kami Mahasiswa Program studi Pendidikan Profesi Ners 51动漫 kelompok 4 stase keperawatan Gerontik 51动漫 telah berhasil menyelenggarakan pengabdian masyarakat dengan topik “Terapi Okupasi Kreasi Seni Menggambar Dari Bentuk Setengah Hati Selain Hati”. Tujuannya agar para lansia dapat mengekspresikan dirinya melalui terapi okupasi ini.
Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi Ners untuk memenuhi kompetensi sebagai Ners. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu, 25 Juni 2023 pukul 10.00 WIB di depan Blok C UPTD Griya Wredha Jambangan Surabaya.
Pelaksanaan terapi okupasi kreasi seni terdiri dari pembukaan, penjelasan, pelaksanaan, dan penutup. Pada saat pembukaan oleh moderator, lansia sangat antusias juga bersemangat mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya dilanjutkan penjelasan mengenai terapi okupasi kreasi seni yang akan dilakukan, penjelasan dijelaskan oleh leader terkait kreasi yang akan dibuat dari bentuk setengah hati. Setelah mendengarkan arahan dari leader, lansia dipersilahkan menggambar dengan bahan spidol, kertas, dan krayon dari bentuk setengah hati. Dari situlah lansia mengekspresikan diri dari berbagai macam variasi gambar. Selama pelaksanaan, fasilitator membantu di setiap lansia.
Sesi terakhir ditutup dengan evaluasi kegiatan dimana acara ini berlangsung sesuai rencana kegiatan awal, lansia sangat antusias mengikuti dari awal hingga akhir, lansia mampu memahami terapi yang akan dilakukan sehingga bisa menggambar sesuai bakat diri lansia. Dengan terapi ini diharapkan mampu membantu para lansia menemukan kemampuan kerja yang sesuai dengan bakat dan keadaannya. Terapi khusus untuk mengembalikan fungsi fisik, meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan otot, dan koordinasi gerakan. Meningkatkan toleransi kerja, memelihara, dan meningkatkan kemampuan yang masih ada. Menyediakan berbagai macam kegiatan untuk dijajaki oleh klien sebagai langkah dalam pre–cocational training. Berdasarkan aktifitas ini akan dapat diketahui kemampuan mental dan fisik, sosialisasi, minat, potensi dan lainnya dari si pasien dalam mengarahkannya pada pekerjaan yang tepat dalam latihan kerja. Membantu penderita untuk menerima kenyataan dan menggunakan waktu selama masa rawat dengan berguna. Mengarahkan minat dan hobi agar dapat digunakan setelah kembali ke keluarga.
Penulis : Nadifatul Kudsiyah
Editor : Salwa Az Zahra (Airlangga Nursing Journalist)




