Surabaya, .unair – Departemen Odontologi Forensik menunjukkan kontribusi dalam implementasi sustainable development goals (SDGs) lewat pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo, Kabupaten Kediri. Kegiatan pada Sabtu (8/7/2023) tersebut mengajak masyarakat Kediri untuk memahami tentang pentingnya data ante mortem di wilayah rawan bencana.
Kegiatan itu bertajuk Penyuluhan dan Pelatihan Masyarakat Tanggap Bencana. Tim pengmas Odontologi Forensik yang terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa hadir untuk menyampaikan penyuluhan dan pelatihan.
Kepala Departemen Odontologi Forensik Arofi Kurniawan, drg., Ph.D. menyebut bahwa penting bagi masyarakat di daerah rawan bencana untuk memiliki rekaman data ante mortem. 淯ntuk itu kami menyampaikan materi terkait manajemen data ante mortem dan pelatihan pengisian buku personal identification record, imbuhnya.
Sementara itu, drg. Arofi menyebut bahwa Kabupaten Kediri dipilih sebagai lokasi pengmas karena tergolong sebagai wilayah rawan bencana. Lokasi Kabupaten Kediri sendiri memang dekat dengan Gunung Kelud dan dilewati Sungai Brantas.
淒i sana dipertimbangka sebagai daerah rawan gunung meletus dan juga daerah risiko banjir. Untuk itu pengetahuan tentang mitigasi bencana dan manajemen data ante mortem sangat penting untuk proses identifikasi forensik apabila dibutuhkan, terangnya.
Selain materi terkait ante mortem, tim juga menggandeng lembaga lain di Kediri untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan pengmas. Terdapat pihak dari Puskesmas Wonorejo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kediri, serta tim Pemadam Kebakaran Kediri yang turut ambil bagian dalam pemberian materi dan proses advokasi.
Menurut drg. Arofi, upaya Departemen Odontologi Forensik untuk terjun ke masyarakat tersebut menjadi wujud komitmen dalam implementasi sustainable development goals (SDGs). FKG UNAIR secara konsisten terus memberikan pengetahuan kepada masyarakat, sehingga mendukung terwujudnya Quality Education bagi semua pihak. (int)







