Surabaya – Proses akreditasi di 51动漫 (UNAIR) memasuki hari kedua dengan antusiasme yang tinggi. Seluruh civitas akademika FKG UNAIR dan para asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) terlibat dalam diskusi yang konstruktif di ruang sidang dekan fakultas.

Dalam diskusi tersebut, seluruh civitas akademika FKG UNAIR aktif berpartisipasi dengan menyampaikan pemikiran, dan kriteria Program Studi Bedah Mulut dan Maksilofasial. Diskusi ini menjadi momen penting untuk mendapatkan masukan dari berbagai perspektif, agar Prodi BMM dapat menjadi lebih baik dan sesuai dengan standar.
Para asesor LAM-PTKes secara teliti mendengarkan setiap masukan yang disampaikan oleh civitas akademika. Mereka bertujuan untuk memahami secara menyeluruh kondisi program studi, kurikulum, fasilitas, tenaga pengajar, dan capaian mahasiswa dalam bidang bedah mulut dan maksilofasial. Diskusi ini juga menjadi kesempatan bagi para asesor untuk mengklarifikasi beberapa hal yang diperlukan dalam proses evaluasi akreditasi.

Selama diskusi, terdapat berbagai topik yang dibahas, termasuk pengembangan kurikulum yang relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran gigi, peningkatan kualitas fasilitas dan infrastruktur, dll. Diskusi ini juga menjadi sarana untuk mendiskusikan strategi pengembangan program studi agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia kerja.
Proses akreditasi Program Studi Bedah Mulut dan Maksilofasial di FKG UNAIR ini merupakan upaya nyata fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh LAM-PTKes. Hasil akreditasi nantinya akan menjadi acuan bagi FKG UNAIR dalam melakukan perbaikan dan pengembanganprogramstudi. (AR)




